Indonesia Siap Transformasi Bisnis Secara Digital

” Amma kirimin Ovo dunk, mau jajan roti” pesan suara masuk ke whatsappku.

Canggih nian memang ini ponakanku. Umur masih 5 tahun sudah mengerti pesan pesan Makanan via aplikasi ojek online. Tapi bukan mereka saja, kedua adikku yang masih remaja dan termasuk anak generasi Z. Lebih memilih uang saku ditransfer ke e-wallet daripada uang saku fisik.

Selain iming iming promo, menggunakan uang elektronik jelas lebih praktis. Alasan kedua adik yg sekarang masih di bangku sekolah menengah atas.

Memang dunia bisnis pun sekarang mulai bertansformasi. Dari konvensional menjadi serba digital. Termasuk dunia perbankan.

Dua hari lalu Aku Mengikuti sebuah event tentang Finding a new business Model. Sebuah seminar sekaligus diskusi yang di isi oleh para expert dibidangnya masing masing.

Finding The New Model Business
Finding The New Model Business

Diinisiasi oleh Tempo yang juga menghadirkan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo sebagai keynote speaker dan wakil menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo.

Selain beliau berdua, juga ada ketua umum HIPMI Mardani Maming, Direktur IT dan Digital BRI Indra Utoyo, CEO DigiAsia Alex Rusli, Founding Partner Kinesys Yansen Kamto, Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra, CEO ORBITIN Indonesia Jimmy Gani, serta Kepala Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran (DKSP) BI Filianingsih Hendarta.

Acara dimulai dengan opening speech dari Gubernur Indonesia Bapak Perry Warjiyo. Dalam sambutannya Bapak Perry mengatakan sekarang ini sedang booming dua kata. Yang pertama corona Virus yang kedua adalah digital.

Opening Speech oleh Perry Warjiyo
Opening Speech oleh Perry Warjiyo

Walau dampak virus corona semakin meluas dan membuat masyarakat gundah. Namun hadirnya digitalisasi membawa harapan. Hal semacam inilah yang harus dibangun.

Pak Perry Juga yakin wabah Corona ini akan segera teratasi yang penting seluruh pihak harus tetap kuat, kreatif dan confident.

Apalagi sekarang ini jumlah generasi millennial jauh lebih banyak dari usia lainnya. Yang artinya pangsa pasar produk digital juga berpeluang besar diterima masyarakat.

Aku pun mengamini ini, walau cuma ibu rumah tangga tapi nggak buta buta banget dengan produk perbankan digital. Aku punya 2 rekening Bank Besar di Indonesia, dan dari kedua Bank ini aku memanfaatkan fitur M-Bankingnya.

Belum lagi e-wallet. Aku juga menggunakan beberapa fintech pembayaran yang memang sehari hari sangat bermanfaat untuk segala transaksi. Aku pun mulai belajar investasi baik dengan menggunakan produk perbankan seperti deposito, belajar main saham menggunakan apps ipotgo. Menabung logam mulia.

Artinya memang produk digital terutama di bidang perbankan akan sangat diminati oleh kalangan millennial yang sekarang menjadi usia produktif.

Ini aku tulis dari kacamata konsumen atau pengguna produk produk digital. Karena aku yakin di luar sana sudah banyak yang menulis tentang isi seminar ini.

Business berbasis digital tentu saja memerlukan sistem payment yang cepat, simpel dan aman. Makanya waktu ibu Fillianingsih Asisten Gubernur dan Kepala Departemen kebijakan sistem pembayaran Bank Indonesia berseloroh tentang prinsip pembayaran Ce Mu Mu Ah, aku langsung setuju.

Salah satu bentuk e-wallet
Salah satu bentuk e-wallet

Ce Mu Mu Ah yang ternyata memiliki arti cepat mudah murah aman dan handal. Tentu saja akan menjadi sistem pembayaran favorite. Siapa sih yang tidak mau hal hal tersebut. Karena itu untuk mendukung Transformasi bisnis digital BI sedang mengumpulkan data dari Transaksi Quick Response Code Indonesia Standard QRIS.

Menurut Ibu Filli ” Data yang nanti sudah dianalisis akan dikembalikan ke pelaku Industrial, dimana data ini dapat dipakai oleh kementrian, lembaga, industrial bahkan masyarakat luas”

Penggunaan QRIS ini tentu saja akan mengurangi penggunaan card dan uang fisik.  Memang untuk perkotaan sosialisasi QRIS ini sudah bisa dibilang cukup. Namun belum menyentuh para pelaku bisnis mikro, seperti di pasar pasar, toko kelontong di kampung kampung.

Padahal ya kalau semua lini sudah dapat memanfaatkan QRIS yakin deh perputaran uang akan semakin cepat. Dan masyarakat pun akan jauh lebih ce mu mu ah (cepat, mudah, murah, Aman dan handal dalam bertransaksi).

Sampai saat ini sudah ada tiga juta merchant yang terintegeasi dengan QRIS, mulai dari perbankan hingga fintech.  Qris saat ini telah berlaku until pembayaran melalui uang elektronik server based, e-wallet atau mobile banking yang merupakan hasil inovasi di era keuangan digital ini.

QRIS dikembangkan oleh BANK Indonesia Dan Asosiasi Sistem pembayaran Indonesia (ASPI). Harapan kedepannya penggunaan QRIS juga dapat dimanfaatkan di luar negeri dalam transaksi cross border inbound maupun cross border outbound.

“Kalau keluar negeri tidak perlu lagi bawa uang fisik. Bisa pakai QRIS, contoh jemaah haji. Nggak perlu lagi menukar rupiah dengan riyal.  Sehingga pemerintah Tak perlu lagi impor riyal” Ujar Ibu Filli dalam pemaparannya.

Kalau rakyat Indonesia menyambut baik hal ini, dan dunia bisnis siap mengaplikasikannya. Artinya Indonesia sudah siap bertansformasi sepenuhnya dari sistem bisnis konvensional ke bisnis digital.

Di dalam seminar yang berlangsung mulai pukul 13.00 siang itu. Juga dibahas mengenai start up pilihan tempo. Yakni ORBITIN. Yang memang fokus mengembangkan bisnis umkm di Indonesia melalui platform ORBITIN.

ORBITIN ini tidak hanya membantu mengembangkan bisnis dengan prinsip Grow, Develope Dan Sustainable saja. Tapi sekaligus membantu membentuk ekosistem bisnis. Dimana akan mempertemukan banyak pelaku bisnis, perbankan, fintech dan pengguna.

IMG20200311141450

Sebagai rakyat Indonesia Dan bagian dari masyarakat produktif berusia millennial aku menyambut positif proses transformation business model ini. Karena aku yakin akan membantu perekonomian Indonesia menjadi lebih baik lagi kedepannya.

Baiklah demikian dulu informasi yang dapat kutuliskan. Semoga bermanfaat.

Di acara finding the new business model
Di acara finding the new business model

1 Comment

  1. ini adalah sebuah kemajuan dibidang teknologi, gak jauh juga contohnya kampus untan kalimantan yang sudah menerapkan kampus cyber university

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *