Kurangi Faktor Resiko Kanker, WASPADA dan Deteksi Dini

Kanker, kalau dengar itu aku pasti bergidik ngeri. Penyakit yang tidak kalah mengerikan dari diabetes, hipertensi dan aneka penyakit tidak menular lainnya. Walau orang orang sering memplesetkannya jadi kantong kering. Tetap saja aku selalu merasa ngeri bila mendengar ini.

Bukan apa apa, dua orang kenalanku meninggal karena Kanker. Beberapa keluarga jauh juga ada yang terkena Kanker

Temanku kuliah bernama Desi, survive kanker. Tapi akhirnya meninggal di 2012 Setelah berjuang dari tahun 2008. Kakak temanku Rahmat meninggal Setelah satu bulan dirawat di RS, karena leukimia. Omku dari sepupu bapak meninggal karena Kanker paru paru, satu lagi meninggal karena getah bening.

Makanya aku sedikit khawatir kalau mendengar penyakit tidak menular. Sama khawatirnya dengan penyakit lainnya seperti diabetes dan hipertensi. Karena orang tuaku keduanya meninggal karena serangan jantung. Ibuku mengidap diabetes lalu ke hipertensi, gagal ginjal dan serangan jantung. Bapak hipertensi lalu ke serangan jantung. Aku jadi ada bakat hipertensi dari keduanya.

Nah Kanker pun begitu, Kanker adalah penyakit tidak menular yang sekarang menjadi penyebab kematian no dua di Dunia. Aku nggak asal ngomong loh ini. Info ini aku dengar saat mengikuti influencer gathering yang diadakan oleh Kementrian Kesehatan dalam rangka peringatan hari Kanker Sedunia tanggal 4 Februari kemarin.

Penetapan tanggal ini berdasarkan piagam Paris ( Charter of Paris) tanggal 4 Februari 2000 pada pertemuan World Summit Against Cancer for the New Millenium. Nah sejak 2006 tanggal Hari 4 diperingati sebagai hari Kanker Sedunia di seluruh dunia untuk mengkampanyekan perang melawan Kanker secara global.

Kampanye tersebut ditekankan untuk menginformasikan bagaimana pencegahan jutaan kematian akibat Kanker dengan meningkatkan kesadaran dan pendidikan tentang Kanker. Kuncinya adalah pencegahan dan pengendalian Kanker.

Begitupun tujuan adanya gathering influencer kemarin. Menurut Ibu Cut Putri Ariani Direktur P2PTM blogger dan influencer dapat membantu menyebar luaskan informasi yang tidak hoax tentang Kanker. Karena banyak juga masyarakat yang mencari informasi tentang penyakit ini tapi malah dapat informasi yang salah. Terutama tentang pengobatan.

Yuk cus baca lanjutan informasi yang kudapat kemarin ya.

Kenapa Kanker Bisa Muncul?

Itu sih pertanyaan yang sering muncul di benakku. Kok bisa ya ini penyakit tiba tiba ada di dalam tubuh. Seperti diabetes, hipertensi dan PTM lainnya jelas penyebabnya. Kalau Kanker ini penyebab pastinya belum diketahui. Tapi banyak sekali faktor peningkat resikonya.

FYI, Kanker itu adalah Penyakit ketika sel-sel abnormal membelah secara tak terkendali dan menghancurkan jaringan tubuh. Menurut Prof Dr. dr Soehartaro A. Ghondowoardjo, So Rad (K) OnkRad, Kanker itu bisa muncul dimana Mana. Bisa muncul di semua organ.

Makanya kan sekarang ada Kanker payudara, paru paru, Kanker ginjal, Kanker serviks, Kanker darah dll. Dinamakan sesuai posisi munculnya sel abnormal tersebut.

Kenapa Kanker ini jadi momok menakutkan? Karena memang jarang orang memeriksakan kesehatannya sejak dini. Padahal kalau terdeteksi lebih dini. Kanker dapat disembuhkan.

Semua penyakit tidak menular hampir tidak bisa disembuhkan. Karena harus minum obat terus menerus. Tetapi dapat dicegah dengan mengurangi faktor resikonya. Termasuk Kanker.

Mau tahu nggak faktor resiko Kanker apa saja?

1. Merokok

Sedihnya penjualan rokok di Indonesia menjadi peringkat kedua setelah beras. Sudah macam barang pokok saja. Biasanya perokok dapat terkena Kanker paru paru maupun Kanker mulut. Akan tetapi faktor resiko ini juga mengancam para perokok pasif. Yakni orang yang ikut menghirup asap rokok disekitar perokok. Duh merokok enggak, tapi kena dampak negatifnya.

2. Pola makan tidak Sehat

Ini makan makanan yang terlalu banyak gula, garam dan lemak. Orang yang kolesterol tinggi beresiko terkena Kanker Hati. Orang yang tidak suka makan sayur beresiko terkena Kanker kolokteral (usus).

Transmisi teknologi juga berpengaruh. Karena banyaknya teknologi yang memudahkan manusia, sekarang manusia cenderung malas. Sehingga kurang aktivitas fisik.

3. Kurang olahraga dan Obesitas

Nggak ada lagi ungkapan biar gemuk asal sehat. Karena gemuk/Obesitas itu sendiri merupakan penyakit. Awalnya gemuk lalu merambat ke kolesterol, hipertensi, diabetes. Cus yuk mari Kita diet gaes.

4. Terpapar Zat Karsinogenik

Sering kan Kita dibilangin orang tua, jangan makan bekas arang/hitam di Makanan yang Kita bakar ( ayam bakar, iga bakar dll) karena itu adalah zat Karsinogenik. Ini juga termasuk Minyak jelantah yang sudah dipakai berkali Kali. Belum lagi Mercury yang ada dalam ikan. Makanya disarankan makan ikan kecil, karena kadarnya lebih rendah.

Pestisida yang ada di sayuran Dan buah juga memprihatinkan. Maka dari itu harus dicuci bersih dahulu sebelum dikonsumsi.

5. 4P Dan BTP (Bukan Tambahan Pangan)

4 P disini maksudnya adalah pemanis, perasa, pewarna dan pengawet buatan. Penggunaan terlalu berlebihan Tentu tidak baik karena akan memperburuk kinerja ginjal dan hati.

Bahan seperti formalon, borax, Rhodamin juga dapat meningkatkan faktor pencetus Kanker.

6. Stress

Nah loh ternyata ini juga mempengaruhi faktor resiko munculnya Kanker. Apa sih kaitannya.

Stress dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia.ketika sistem kekebalan tubuh menurun, sel sel yang merusak tubuh akan lebih mudah berkembang.

Karena itu yuk lawan stress. Be happy. Lakukan kegiatan yang menyenangkan, mendekatkan diri ke tuhan (meditasi) berpikiran positif.

Stress juga dapat memicu sel Kanker yang sudah sembuh, jadi muncul kembali.

7. Hubungan sexual multipasangan

Beberapa Kanker pencetusnya adalah Hal ini. Contoh Kanker serviks. Karena itu setia pada pasangan halal itu bisa jadi solusi.

Setelah tahu faktor resiko diatas yang harus Kita perhatikan adalah WASPADA

Apa itu WASPADA ? WASPADA adalah singkatan kata dari tujuh tanda bahaya kanker pada umumnya.

WASPADA terdiri dari :

W : Waktu buang air besar atau kecil ada perubahan kebiasaan atau gangguan.

A : Alat pencernaan terganggu dan susah menelan

S : Suara serak dan batuk yang tidak sembuh-sembuh

P : Payudara. atau tempat lain ada benjolan atau tumor.

A : Andeng-andeng yang berubah sifatnya, menjadi makin besar dan gatal.

D : Darah atau lendir yang abnormal keluar dari tubuh.

A : Adanya koreng atau borok yang tidak mau sembuh-sembuh

Setelah tahu hal ini yang harus Kita lakukan adalah deteksi dini. Ada beberapa Kanker yang menyerang perempuan pada umumnya yakni payudara dan Kanker serviks dapat dicegah dengan deteksi dini.

SADARI adalah cara mudah untuk mendeteksi kanker payudara sedini mungkin. Pemeriksaan ini Anda lakukan sendiri, bila ada sesuatu yang tidak seperti biasanya, segera hubungi dokter. Periksa Payudara Sendiri (SADARI) baiknya dilakukan 7-10 hari setelah menstruasi setiap bulannya.

Sedangkan untuk Kanker serviks Kita dapat memeriksakan diri dengan Tes IVA yang sekarang sudah ada di puskesmas dengan biaya yang terjangkau.

Sobatku, tidak ada seorang pun yang mau terkena penyakit tidak menular jenis apapun karena PTM terkenal sebagai silent killer. Karena itu yuk mumpung masih muda, Mari benahi hidup Kita jadi lebih sehat. Gaya hidup CERDIK seperti yang sering digaungkan oleh Kemenkes RI. Keuntungannya tentu bukan untuk orang lain. Tapi untuk Kita sendiri.

Cus Periksa dini sebelum terlambat.. kalau bukan Kita yang menjaga diri Kita, siapa lagi yang mau?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *