Review Ting! Sebuah Novel Pembangun Jiwa

Air mataku hampir saja jatuh kala mendengar runutan cerita yang dipaparkan oleh Tommy Wong. Saat peluncuran novel Ting! waktu itu. Betapa tidak, tokoh inspirasi yang dituliskan kembali oleh Chang Laoshi (Guru Chang) adalah Tommy Wong.

Aku bersama novel Ting!
Aku bersama novel Ting!

Ting! atau Tommy Kecil ternyata mengalami perjalanan hidup yang sulit Kita terima secara akal sehat. Kalau melihat saat beliau sukses sekarang. Pasti dalam hati menyangkal. Waduh masa sih kecilnya susah? Masa sih kecilnya miskin?.

Nah begitupun aku, walau memang kisah Ting! Ini sangat masuk akal dan ada sebab akibatnya.

Ting! kecil sangat disayangi oleh papanya yang penyabar dan sangat baik hati. Bila sang mama marah karena kenakalan Ting! Ada papanya yang selalu menjaganya. Papa Ting! juga merupakan seorang pengusaha kuliner yang sukses. Jadi awalnya Ting terlahir di keluarga berada.

Tommy Wong alias Ting!
Tommy Wong alias Ting!

Namun seperti kata orang. Orang baik biasanya dipanggil lebih dulu sama yang Maya Kuasa. Begitupun papa Ting. Beliau meninggal karena kecelakaan. Nah sejak ini lah kehidupan Ting berputar 180 derajat. Satu persatu kesulitan datang menghampirinya.

Guru Chang menandatangani cover buku, tanda novel sudah dilaunching
Guru Chang menandatangani cover buku, tanda novel sudah dilaunching

Penyebab air mataku mendesak keluar adalah saat tahu Mama, Ting dan adiknya didesak dan diupayakan untuk keluar dari rumah mereka oleh paman paman Ting. Diancam mau dibunuh, air Pam dimatikan, listrik juga dimatikan. Pokoknya benar benar tidak nyaman. Saat itu Ting kecil baru berusia 7 tahun.

Aku sedih banget, nggak nyangka ada yang begitu zalim pada janda dan anak yatim. Sekaligus aku bersyukur karena walau aku dan 4 adekku pun yatim saat kecil. Tapi malah om dan tanteku merangkul kami.

Membesarkan kami, merawat kami menyekolahkan kami nggak berbeda dengan anak mereka. Saat anak mereka dapat uang jajan, kami juga dapat. Saat mereka dapat handphone kami juga dapat.

Makanya aku kaget banget, dan bilang ke Mbak Kiki Handriyani, founder Blomil yang saat itu duduk disampingku. ” Mbak, kok ada ya manusia seperti itu?” Mbak Kiki hanya menarik nafas panjang. Mungkin dia juga shock.

Ting kecil akhirnya sempat putus sekolah dan hidup di jalanan. Berteman preman dan tukang becak. Dia pun mencari makan dengan membantu mencuci piring di kantin sekolahnya dulu. Dan makan dari sisa sisa makanan yang nggak habis dimakan anak anak pengunjung kantin.

Novel Ting! dan tas monyet kenangan
Novel Ting! dan tas monyet kenangan

Duh inget tuh kalau makannya nggak habis. Masih banyak orang orang yang saking nggak punya apa apa, dia harus makan makanan sisa. Karena itu jadikan pelajaran lebih baik makan seadanya, sesanggupnya. Jangan sampai membuang makanan.

Ini baru kisah kecil tentang Ting. Di dalam novel yang ditulis oleh Guru Priyanto Chang atau sering dipanggil Chang Laoshi ini, juga masih banyak cerita menarik tentang Ting. Jadi nggak sekedar kisah kesulitannya saja. Melainkan bagaimana Ting kecil merubah nasibnya pun ada.

Plus kisah cinta Ting yang bikin pembaca termehek mehek. Xiixix penasaran kan? Buku ini sudah dijual kok di Gramedia terdekat di kotamu. Dibanderol seharga 79ribu rupiah. Buku setebal 276 ribu ini bakal bikin Kita menangis, geram, marah, tertawa, bahagia jadi satu.

Chang Laoshi Dan Tommy Wong
Chang Laoshi Dan Tommy Wong

Chang Laoshi sangat pintar mengemas dan memilih diksi di dalam Novel ini sehingga biography yang biasanya membosankan menjadi enak dibaca.

Semoga dengan membaca novel ini, Ada kebaikan yang mengalir kedalam sanubari. Begitu harapan Chang Laoshi sebagai penulis novel Ting.

Seperti Ting kecil yang dulu hidupnya begitu sulit. Lingkungan yang keras menempa mentalnya, orang orang tulus dan berhati lembut menyeimbangkannya. Membuatnya menjadi Tommy Wong sekarang. Begitu sukses, luas pergaulannya, dan memiliki keluarga yang bahagia.

Kalau kamu sekarang sedang menggalau gunda gulanah, sedih dan merasa sangat malang. Tolong jangan ambil keputusan buruk untuk mengakhiri hidup.

Ingatlah Ting, yang sudah mau dibunuh pun. Ia tetap bertahan untuk hidup. Ingatlah Ting yang kecilnya makan hanya dari sampah. Sekarang ia begitu sukses sampai dunia mengenalnya.

Oke deh sekian dulu review aku mengenai buku Novel Ting. Sebuah novel karya Chang Laoshi. Aku harap kalian segera memiliki novelnya ya. Biar suatu hari ini novel bisa diangkat ke layar lebar Dan bakal makin banyak menginspirasi orang lain.

Salam kebaikan..

Kami bersama penulis novel Ting

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *