Modul Pintar Sisternet Support Perempuan di Dunia Digital

Sebagai anak milenial yang terlahir di Masa transisi, antara zaman old dan kekinian. Aku merasa sangat beruntung. Inget banget mulai belajar menggunakan computer dengan menggunakan kepingan disk, dari kelas 1 SMP hingga kini laptop menjadi lebih tipis lebih ringan dan lebih cepat.

Aku juga mengenal telpon dengan tombol putar (punya nenek) hingga telpon pencet, handphone besar dengan antena, handphone monochrome, hingga ponsel dengan kamera pertama hingga kini ponsel pintar Android dan IOS yang kameranya beresolusi tinggi dengan hasil yang bagus.

Sebagai anak Milenial tentu saja tidak kesulitan menerima informasi Dan perkembang digital. Kami yang sekarang telah dewasa pun melahirkan pula anak anak generasi alpha. Namun tentu saja bagi orang tua yang berasal dari generasi lainnya. Sedikit mengalami kesulitan bahkan sering Kali perbedaan jurang teknologi ini menyebabkan masalah.

Kelas Literasi ” Ibu Cerdas di Era Digital”

Pemateri dalam acara kelas literasi
Pemateri dalam acara kelas literasi

Seperti yang disampaikan oleh Ibu Monica Kumalasari  (Gesture&Microexpression Specialist), di Acara Kelas literasi digital yang mengambil tema ” Ibu Cerdas di Era Digital” bahwa berdasarkan tahun kelahiran, dapat dibagi menjadi beberapa generasi. Tahun 1940-1964 merupakan Generasi Baby Boomer, yang anak anaknya sebagaian adalah generasi X akhir atau generasi Y (Milenial) awal.

Sepertiku, ibuku adalah generasi baby boomer. Ibu tidak khawatir listrik mati lama. Menanak nasi bisa lewat kukusan, dulu tidak perlu punya microwave sekedar untuk memanaskan makanan. Tidak seperti kami yang panik kalau listrik mati.  Terutama khawatir kalau ponsel kami low battery.

Generasi ke Dua adalah generasi X, generasi ini kelahiran tahun 1965-hingga 1980. Nah kelahiran dari mom mom disini biasanya adalah generasi milenial akhir, Dan generasi Z. Gap perkembangan teknologi yang jauh seringkali menjadi masalah antara kedua generasi

Generasi ke tiga adalah kami, generasi milenial kelahiran tahun 1981-2000. Generasi masa peralihan. Yang sebagian sudah kuceritakan diatas.

Generasi selanjutnya adalah generasi Z. Yang terlahir pada tahun 2001 ke atas. Perbedaan rentang teknologi ini lah yang menjadi tantangan bagi para Ibu dalam membesarkan dan mendidik anaknya.

Sekaligus memperingati Hari Ibu. Kelas Literasi Digital juga menghadirkan narasumber lainnya seperti Shahnaz Haque, Diah Kusumawardani Wijayanti (Founder Belantara Budaya Indonesia dan Ketua Perempuan Pelestari Budaya), Monika Kumalasari (Gesture&Microexpression Specialist), dan Putri Lintang (Group Head People Journey XL Axiata).

Shannaz Haque banyak sekali memberi sharring tentang bagaimana membesarkan ketiga putrinya yang memiliki kepribadian berbeda.

Serunya keluarga mbak Shahnaz yang cantik ini perpaduan berbagai generasi. Mas Gilang Ramadhan generasi baby boomer, mbak Shahnaz sendiri generasi Y sedangkan ketiga anaknya adalah generasi Z.

Mbak Shahnaz selalu berpesan kepada anak anaknya, bahwa selain bakat, skill Dan latihan yang tekun adalah yang paling utama. Makanya ke Dua anaknya bahkan menjadi profesinya atlet di usia Muda.

Sedangkan untuk ibu ibu yang hadir mbak Shanaz juga berpesan, agar menjadi Ibu itu harus bahagia, kebahagiaan yang datang dari diri sendiri. Kebahagiaan yang bukan bersumber dari luar (suami ataupun anak). Karena keluarga yang bahagia itu berawal dari ibu yang bahagia.

Mbak Monika Kumalasari juga menambahkan untuk menguatkan disiplin generasi Milenials dan Z. Selain diperkenalkan konsep harapan, anak generasi ini juga harus diperkenalkan konsep hukuman. Agar mereka tahu mengenai konsekuensi sesuatu. Tidak hanya diiimingimingi kesenangan saja, tapi juga kesulitan.

Modul Pintar Sisternet

Selain kelas literasi, PT XL Axiata juga telah meluncurkan sebuah modul pintar sisternet yang berbasis online. Dengan sarana baru bernama “Modul Pintar Sisternet” ini, masyarakat luas terutama kaum perempuan bisa mendapatkan materi belajar mengenai berbagai hal, yang sangat erat dengan aktivitas mereka baik di rumah maupun di tengah masyarakat dan dunia kerja.

Dengan tersedia secara online, maka masyarakat juga bisa mengaksesnya kapan saja dan di mana saja. Peluncuran Modul Pintar Sisternet mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Presiden Direktur XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan, “Teknologi digital memberikan kesempatan yang luas kepada kita untuk bisa menciptakan berbagai sarana yang bisa mempermudah aktivitas. Salah satunya untuk akses ke materi-materi peningkatan kompetensi atau keahlian, serta penyebaran informasi positif. Dengan kemudahan seperti itu pula maka kami menghadirkan “Modul Pintar Sisternet” ini, yang akan memberikan kemudahan akses bagi kaum perempuan mendapatkan materi belajar secara online, dimanapun, kapanpun, dengan beragam perangkat digital.”

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti ( kiri ) bersama Group Head Corporate Communication XL Axiata, Tri Wahyuningsih ( kanan ) dalam acara peluncuran Modul Pintar Sisternet berrbasis online di Jakarta pekan lalu.
Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti ( kiri ) bersama Group Head Corporate Communication XL Axiata, Tri Wahyuningsih ( kanan ) dalam acara peluncuran Modul Pintar Sisternet berrbasis online di Jakarta pekan lalu.

Program Modul pintar sisternet ini juga didukung oleh pemerintah, melalui Dirjen informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dra Rosarita Niken Widiastuti, Msi mengatakan, “Dalam menyampaikan pesan mengenai program-program pemerintah yang menyangkut berbagai hal, kami membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk melalui program-program edukatif yang diselenggarakan oleh kalangan swasta, seperti program Sisternet.

Kementrian Kominfo mengapresiasi program Sisternet yang dilaksanakan secara komprehensif dan mampu menjangkau masyarakat, terutama kalangan perempuan hingga ke pelosok-pelosok daerah. Karena itu, kami sangat mendukung inisiatif untuk meluncurkan Modul Pintar Sisternet yang bisa menjadi sarana penyebaran informasi dan sekaligus edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.”

Kemenkominfo berharap masyarakat terutama kaum perempuan bisa semakin mudah mendapatkan materi belajar, termasuk juga materi-materi yang disediakan oleh pemerintah.

XL Axiata akan terus menambah materi belajar yang ada dengan berbagai materi yang lain yang dibutuhkan masyarakat. Selama ini program Sisternet menyelenggarakan kelas-kelas pemberdayaan perempuan yang disebut Sisternet Academy dengan cara tatap muka langsung. Peserta bisa mengikuti kelas-kelas yang terbagi dalam kategori Literasi Digial, Kreatif Inspiratif, dan Aparatur Negara. Selain itu, program edukasi juga dilaksanakan melalui social media Sisternet di Facebook Sisternet ID, Twitter @sisternetid, Instagram @sisternetid dan youtube Sisternet ID Official.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *