Sebagai keluarga muda, resolusi pertama pastinya adalah tempat tinggal. Alhamdulillah di 2015 kami sudah berhasil membeli rumah sendiri. Walau letaknya di luar Jakarta, yang penting sudah punya.  Rumah memang penting sekali.  Tempat tinggal melindungi diri disaat hujan, maupun panas.  Tempat kita kembali.  Tempat istirahat, menerima tamu dan masih banyak lagi fungsinya. Dibandingkan kendaraan, menurutku rumah itu wajib  diusahakan punya sebelum usia 35 tahun.  Dan sebelum punya rumah sendiri, sebaiknya hidup sederhana saja. InsyaAllah nanti tabungannya cukup kok untuk membeli rumah secara cash. By the way, sayangnya nih. Walau komplek rumahku itu adalah perumahan yang cukup baik, bagus, dengan fasilitas yang lengkap didalamnya. Ada taman bermain,Read More →

Manis wajahmu kulihat di sana Apa rahsia yang tersirat Tapi zahirnya dapat kulihat Mesra wajahmu dengan senyuman Senyuman… senyuman Senyum tanda mesra Senyum tanda sayang Senyumlah sedekah yang paling mudah Senyum di waktu susah Tanda ketabahan Senyuman itu tanda keimanan   ” Daripada artis A, kamu lebih cantik fik”  Begitu katanya. Beliau bukan laki laki gombal. Beliau adalah kakak tingkatku di Kampus dulu. Perempuan, tentu saja. “Kenapa begitu mbak? ” Wajar saja aku heran.  Apalah aku ini, mata sipit, hidung pesek, bibir juga biasa saja, pikirku dalam hati. ” Karena kamu baik, ramah dan suka tersenyum” Jawabnya.  Akupun sumringah. Lalu kami melanjutkan kembali membaca modulRead More →

“Kamu sekarang kerjanya apa fik” tanya seorang teman saat kami sama sama mengikuti sebuah workshop. “Jualan online mbak” Jawabku mantap.  Yuph mungkin bagi sebagian orang kerja kantoran atau menjadi ASN jauh lebih membanggakan.  Tapi tidak untukku.  Sejak dari bangku perkuliahan aku sudah tidak pingin jadi ASN. Karena aku tidak suka rutinitas yang terlalu monoton. Ya kalau beruntung sih bisa kerja di lapangan seperti salah seorang temanku. Tapi kalau tidak beruntung? ya dibelakang meja saja terus terusan.  Aku bilang begini bukan tanpa alasan.  Keluargaku mayoritas adalah ASN. Padahal kakekku dulu adalah seorang pedagang.  Saudagar di masa jayanya. Dulu aku juga pernah bekerja, di kantor swasta tapiRead More →

Yeay welcome 2019. Hai sobat FA (Fika Artari) apakabar semuanya? semoga kalian semua happy happy aja ya. alhamdulillah akupun begitu gaes. Memang setelah liburan akhir tahun ke Lombok kemarin. Aku nggak banyak kegiatan keluar rumah. Kebetulan sempat sakit dan setelah diagnosa yang cukup melelahkan atas penyebab vertigo berlarut larut. Ternyata aku terkena GERD. Jadilah awal tahun baru ini dirumah saja. Namun akhirnya bisa keluar rumah juga menghadiri pree screening film preman pensiun. Kesan pertama tentu saja happy. Kalian tentu tahu kan, sinetron dengan judul yang sama sudah lebih dulu viral dan meninggalkan kesan mendalam bagi para fansnya. Termasuk aku. Masih segar dalam ingatanku bagaimana KangRead More →

Kalian pasti tahu kan sinetron tukang bubur naik haji?.  Bagaimana Emak Bang Sulam begitu memimpikan ke tanah suci. Mengenakan Ihrom, dan mendapatkan haji mabrur. Bang Sulam yang awalnya hanya seorang tukang bubur biasa. Begitu gigih menabung untuk keberangkatan haji Emak. Bagaimana dengan Kita Gaes. Anak Milenial dengan penghasilan yang aku rasa lebih dari cukup ye kan. Masa depan cerah merona. Sudah punya planning buat naik haji atau umroh kah?. Alhamdulillah dulu waktu perkenalan dengan calon suami. Beliau sempat menanyakan kapan mau naik haji?. Akupun menjawab pinginnya sebelum usia 40 th. Badan masih segar, tenaga masih kuat, konsentrasi masih bagus. Lantas apakah sekarang sudah terlaksana rencanaRead More →