Aku kerap kali merasa bangga dengan kesederhanaan suamiku. Beliau selalu mau menggunakan kaos kaos branded yang kudapatkan sebagai godiebag setiap kali selesai hadir di sebuah event. Branded ini tentu saja maksudnya bukan barang bermerk yang mahal. Tapi kaos dengan merk dan iklan produk tertentu. Ada brand Minyak sayur, elektronik, air mineral, promosi film dan masih banyak lagi. Namun sepertinya aku belum pernah dapat kaos branded dengan merk Rokok. Karena memang aku juga tidak pernah hadir ke event dengan sponshorship rokok.  Kami sekeluarga tidak ada yang merokok, jadi aneh rasanya kalau ikut mengiklankan rokok dengan cara menggunakan kaos maupun merchandisenya. Nah siapa yang mengira dari selembarRead More →

Jujur saja, aku adalah salah satu orang yang gegap gempita saat akan pindah ke Jakarta. Nyanyian “Sapa suruh datang Jakarta” nggak berlaku buatku.  Ketika kanak kanak aku sempat tinggal di Jakarta 4 tahun saat bapak bekerja disini. Dan pulang ke Palembang ketika Bapak dipindahkan ke Palembang. Nggak nyangka setelah 21 tahun di Palembang aku kembali lagi ke Jakarta. Aku ke Jakarta tentu dengan cara yang legal. Suami yang mempersuntingku adalah putra Betawi yang tinggal dan bekerja di sini. Walaupun akhirnya aku resign dari kantor Dan menyandang gelar pengangguran. Tidak serta merta membuatku tak punya penghasilan. Karena di Jakarta aku dapat banyak kesempatan. Jakarta menjadi pusatRead More →

Aku tinggal dan berasal dari salah satu kota yang tradisi tionghoanya cukup kental. Sebagai salah satu budaya yang cukup mempengaruhi kehidupan mulai dari makanan, fisik, maupun sosial. Yuph, aku berasal dari PALEMBANG. Salah satu tokoh tionghoa yang cukup terkenal adalah Muhammad Ceng Ho. Belum lagi aku tinggal bertetangga dengan saudara saudara multietnis. Diantaranya banyak juga etnis tionghoa. Setiap mereka merayakan ibadah agamanya dan menampilkan Barongsai. Kami anak anak yang tinggal berdekatan rumah. Dapat ikut menikmatinya. Walaupun keluarga muslim kami tetap menjaga silahturrahim. Yang penting tetap ada aturan yang dijaga. Barongsai sudah tidak asing lagi buatku. Berdasarkan kepercayaan tradisional masyarakat Tiongkok, singa adalah simbol keberanian, stabilitas, danRead More →

“Jika seorang meninggal, terputus amalannya kecuali tiga: shadaqah yang terus mengalir pahalanya, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim)” Aku mendengar hadist ini pertama kali adalah ketika seorang ustadz membacakan pengantar, sebelum keranda berisi almarhum Bapakku diantar menuju liang kubur. 18 tahun yang lalu. Pak ustadz mengingatkan kami sebagai anak anak Bapak. Untuk senantiasa mendoakan Bapak. Aku berbaik sangka kalian semua tahu hadist itu. Sebuah hadist yang menceritakan bahwa apapun yang Kita punya tidak akan bermanfaat lagi setelah Kita meninggal. Kecuali 3 Hal diatas.  Hal hal diatas merupakan salah satu lagi contoh kasih sayang Allah.  Bagaimana, bahkan setelah kita meninggalpun amalan kitaRead More →

Sebagai keluarga muda, resolusi pertama pastinya adalah tempat tinggal. Alhamdulillah di 2015 kami sudah berhasil membeli rumah sendiri. Walau letaknya di luar Jakarta, yang penting sudah punya.  Rumah memang penting sekali.  Tempat tinggal melindungi diri disaat hujan, maupun panas.  Tempat kita kembali.  Tempat istirahat, menerima tamu dan masih banyak lagi fungsinya. Dibandingkan kendaraan, menurutku rumah itu wajib  diusahakan punya sebelum usia 35 tahun.  Dan sebelum punya rumah sendiri, sebaiknya hidup sederhana saja. InsyaAllah nanti tabungannya cukup kok untuk membeli rumah secara cash. By the way, sayangnya nih. Walau komplek rumahku itu adalah perumahan yang cukup baik, bagus, dengan fasilitas yang lengkap didalamnya. Ada taman bermain,Read More →