Pentingnya Penuhi Asupan Nutrisi Pada Anak dengan Penyakit Kanker

Aku bertemu dengannya beberapa tahun silam. Saat itu dia berangkat berdua suaminya. Kebetulan beliau adalah kakak Kandung temanku di perkuliahan. Dan kebetulan lagi aku tinggal di Jakarta, tidak terlalu sulit untuk berkunjung ke Dharmais.

Sebut saja mbak ayu, beliau memintaku membawakan tekwan, Makanan Khas Palembang. Sudah satu bulan dia dirawat di RS Dharmais dn dia kepingin sekali makan tekwan.

Mbak Ayu cerita beliau terkena penyakit leukimia setelah melahitkan anaknya yg ke 3. Usia anaknya dulu 6 bulan. Terpaksa ditinggal, karena tidak mungkin ikut menginap di RS.

Awalnya beliau mengira lemas/letih /lesu dan anemia karena bawaan busui. Tapi wajahnya yang selalu terlihat pucat, Dan pendarahan di gusi yang tidak sembuh sembuh, membuatnya memberanikan diri untuk periksa ke dokter.

Para Narasumber Bicara Gizi
Para Narasumber Bicara Gizi

Namun alangkah kagetnya pas tahu beliau ternyata mengidap Leukimia. Stadium akhir pula. Dan memang tidak lama dari situ beliau berpulang ke Rahmatullah.

Sejak itu tiap kali mendengar tentang penyakit cancer, membuat aku jadi khawatir dan takut. Sepertinya ini merupakan penyakit paling menyeramkan bagi orang awam sepertiku. Nggak bisa dibayangkan penyakit ini diidap oleh orang dewasa apalagi oleh anak anak.

Makanya waktu ada Bicara Gizi yang diadakan oleh Danone bekerja sama dengan yayasan pita Kuning Sabtu 13 Juli yang lalu. Aku berminat untuk hadir karena temanya tentang Nutrisi pada anak anak pasien kanker.

Apalagi kalau Danone yang mengadakan Acara seperti Bicara Gizi ini, para narasumbernya bukan orang sembarangan biasanya adalah para ekspert di bidangnya masing masing.

Dr. Mururul Aisy Sp(AK) dan Dr.Cut Nurul Hafifah, Sp.AK adalah speaker di Bicara Gizi hari itu. kami audience yang hadir mengenal tentang cancer pada anak, cukup jelas dan mudah dipahami setelah menyimak pemaparan dokter Ais.

IMG_20190713_101446

Begitupun para orang tua pasien terpuaskan setelah mendengar informasi bagaimana menyiapkan Nutrisi yang cukup untuk Anak Anak pasien cancer dari materinya Bu Dokter Nurul.

Mengapa Bicara Gizi Ini Diadakan?

Talkshow yang diberi nama Bicara Gizi ini merupakan bentuk kepedulian Danone terhadap lingkungan dan edukasi nutrisi.  Biasanya bekerja sama dengan banyak komunitas yang masih memiliki lingkup kesehatan.

Seperti kali ini bekerja sama dengan yayasan pita kuning.  Berawal dari sebuah inisiatif kecil untuk membantu adik adik pasien kanker di RS Dharmais pada ramadhan 2006 melalui sebuah program siaran radio di Hard Rock FM Jakarta. inisiatif tersebut kemudian melahitkan sebuah komunitas for children with cancer.

Nah komunitas inilah cikal bakalnya Yayasan Pita Kuning yang merupakan Yayasan philanthropy bagi Anak dengan kanker. Yayasan ini bergerak di bidang palliative dengan menitikberatkan pada kegiatan psikososial bagi anak anak pasien kanker dari keluarga pra sejahtera.

Sebagian audience yang hadir di Bicara Gizi kemarin juga adalah para orang tua pasien Anak. Karena mereka juga perlu mendapat edukasi terutama bagaimana menjaga asupan gizi para pasien Anak dengan kanker.

Para Relawan yang merupakan para karyawan Danone
Para Relawan yang merupakan para karyawan Danone

Ketika para orang tua menyimak materi dari para Narasumber. Adik adik pasien yang ikut hadir diajak bermain dipandu oleh para relawan yang merupakan para pegawai Danone. Yuk ikutan menyimak apa saja yang disampaikan para narasumber di Bicara Gizi.

Mengenal Jenis Kanker dan Gejalanya pada Anak

Materi ini disampaikan oleh Dokter Aisyil.  Alhamdulillah penyampaian materinya sudah disesuaikan untuk kapasitas orang awam. Sehingga orang sepertiku saja bisa dengan mudah mencerna informasi yang disampaikan.

Angka kejadian kanker pada anak anak dengan rentang usia 0-17 tahun di Indonesia adalah 9 dari 100.000 anak.  Sebenarnya dengan penanganan yang tepat dan terindikasi sejak dini. Angka harapan hidup cukup tinggi.

Di Indonesia sekitar 84% dan di USA bisa mencapai 93%. Namun hal ini belumlah cukup. Karena banyak pasien yang datang berobat dan sudah terdiagnosa stadium akhir.

Karena itu penting untuk para orang tua mengenali gejala gejala awal Kanker yang sering menyerang anak anak. Setidaknya ada sekitar 6-7 jenis yang sering kali terjadi pada anak anak.

Diantaranya adalah kanker kelainan darah seperti leukimia, retinoblastoma, osteosarcoma, neuroblastoma, limfoma, karsinoma dan nasofaring.

Berikut adalah gejala yang dapat dikenali dari jenis kanker diatas.

1. Leukimia

Anak anak dengan penyakit ini akan mengalami, panas,  pucat, dan pendarahan. Serta terjadi infiltrasi pada organ lain

2. Tumor Otak

Terjadinya sakit kepala yang tidak biasa, seperti sakit kepala sampai terbangun dari tidur, sakit kepala hingga menyebabkan ketidak seimbangan, sakit kepala disertai kejang dll

3. Tumor Mata

Cenderung terjadi pada anak dibawah usia 5 tahun. Gejalanya adalah seperti mata kucing. Bila ditemukan distadium awal. anak bisa dioperasi dan disembuhkan.

4. Limfoma

Terjadi benjolan di satu sisi leher anak, tidak terasa nyeri dan benjolan berdiameter lebih dari 2 cm.

Sebenarnya ada beberapa jenis lagi, sayangnya aku tidak sempat merekam/mencatat gejala khas pada ke tiga jenis cancer tersebut. Namun yang paling penting kesimpulannya adalah.

Menurut dr Aisy penemuan gejala dan tanda dini pada kanker anak akan meningkatkan angka harapan hidup, dan kunci diagnosis kanker anak adalah rentang usia serta gejala atau tanda dini yang khas.

Lantas apa kaitannya dengan asupan nutrisi bagi para pasien kanker anak? nah materi dari dr. Cut Nurul SP Ak akan menjelaskan hubungan kedua hal tersebut.

Pentingnya Asupan Nutrisi Pada Anak Pasien Kanker

Menurut dokter cantik yang kala itu mengenakan busana berwarna Kuning cerah. ” Setiap anak yang memiliki masalah pada pemenuhan nutrisi rentan mengalami kondisi malnutrisi, apalagi anak dengan penyakit tidak menular seperti kanker”

Anak dengan penyakit kanker umumnya mengalami peningkatan kebutuhan energi dan protein akibat adanya berbagai komplikasi.

Malnutrisi merupakan pengertian dari Mall = buruk, yakni Nutrisi yang buruk. Malnutrisi yang dialami oleh anak dengan kanker terjadi tergantung tipe kanker, staging serta pola penyebaran kanker. Menurut jenisnya malnutrisi ada dua macam yaitu:

A. Stunting (perawakan tubuh pendek) ini terjadi pada anak dengan kanker padat/solid cancer karena napsu makan menurun, lidah menjadi hambar saat menjalani kemoterapi.

Karena Nutrisi yang masuk berkurang, tubuh mempertahankan diri dengan menghentikan pertumbuhan. Sehingga pertumbuhan Anak mengalami keterlambatan dibanding anak sehat dengan rentang usia yang sama.

B. Obesitas atau Kegemukan, yang biasanya terjadi pada anak dengan kanker cair/liquid cancer contoh pasien leukimia. karena retensi air pengaruh obat, nafsu makan bertambah dan aktivitas fisik yang kurang.

Sehingga berat badan Anak cenderung meningkat, bahkan pipinya pun tampak Chubby karena adanya edema.

Pasien dengan gizi buruk ini dapat meningkatkan resiko kematian hingga 26,7 persen dibanding pasien dengan asupan gizi yang baik.

Sayangnya selain kesulitan memberikan makan pada Anak yang sedang sakit. Pihak orang tua pun seringkali terbujuk rayu dengan banyaknya Mitos dan hoax yang beredar.

Sangat dimaklumi memang, apalagi semua itu terkadang merupakan bagian dari ikhtiar.  Di Bicara Gizi ini jugalah dokter Cut Nurul memaparkan sejumlah mitos yang seringkali beredar diantara para orang tua pasien kanker.

Tidak sekedar memberi bantahan Dr Cut Nurul juga menampilkan sejumlah penelitian yang mendukung pernyataannya.

Mitos Mitos ini juga sangat terkait dengan kebiasaan pemberian asupan Nutrisi kepada pasien Anak.

Mitos Mitos yang sering muncul membingungkan para orang tua pasien. Dan tentu saja itu akan makin memperburuk cara memberi asupan makan pada pasien cancer.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *