Know Your Number Kendalikan Hipertensi Si Sillent Killer

” Wah ibu tekanan darahnya cukup tinggi ya” Ujar Perawat yang saat itu sudah menyelesaikan memeriksa tensi darahku.  “140/80 ini kurang baik untuk ibu hamil bu” Lanjutnya lagi.  Terus terang aku kaget. Masa sih aku hipertensi.  Selama ini tekanan darahku selalu 120/80 normal.  Dan memang tekanan darahku berubah drastis itu sejak aku terlalu capek saat merawat ibu di rumah sakit. Aku begadang berhari hari, kurang istirahat.  Makanpun semnbarangan. Boro boro makanan sehat, sempat makan pun sudah alhamdulillah.

Ya sejak itu kalau tidak salah tekanan darahku meningkat. Awalnya aku tidak diberikan obat tekanan darah tinggi.  Karena dianggap masih muda, masih grade awal jadi bisa dirubah dengan gaya hidup. Begitu kata Dokterku waktu itu.  Alhasil memang aku tidak minum obat sama sekali. Namun dua tahun berselang, di awal Januari 2019 saat memeriksakan diri karena merasa tidak nyaman dengan asam lambung  Aku didiagnosa selain fatty liver dan GERD aku juga dinyatakan hipertensi.

Tekanan darahku 150/90 kadang 130/90.  Akhirnya aku diberikan obat tunggal dengan dosis 5 mg.  Dokter juga menyarankan untuk memperbaiki gaya hidup.  Termasuk dalam konsumsi garam.

Alhamdulillah, walau begitu aku tetap merasa bersyukur. Why? karena aku ketahuan lebih dini, di usia yang masih muda. Jadi masih ada harapan untuk diperbaiki.  Apalagi menurut dokter Cut Putri Arianie, MH. Kes ” Hipertensi ini hampir tidak ada gejala awal, dan merupakan penyakit yang bisa menyebabkan penyakit lainnya”  Ujar beliau saat menyampaikan materi dalam acara temu blogger dalam rangka hari hipertensi sedunia 17 mei 2019 yang lalu.

Nah mungkin teman teman juga berminat mengetahui apa saja yang kami dapatkan saat hadir dalam acara kemarin itu.  Toh menambah pengetahuan tentang kesehatan, tidak ada ruginya.

Benarkah hipertensi itu Sillent Killer?

Hampir semua penyakit tidak menular merupakan silent killer.  Karena banyak penderitanya tidak merasa punya penyakit.  Gejala awal amat sangat bias dan hampir tidak terasa.  Tahu tahu sudah gejala lanjutan dan gawat.

Dari hasil survei, 7 dari 10 orang di Indonesia tidak mengetahui kalau mereka memiliki penyakit hipertensi. Dan hanya 1 dari 3 orang penderita yang tahu, yang mau berobat dan minum obat teratur.

Penyakit hipertensi saat ini menempati peringkat atas untuk penyakit yang menghabiskan biaya perawatan cukup tinggi (Dalam anggaran BPJS menempati peringkat ke tiga).

Bahkan menurut data Riskerdas 2013 pederita yang sebelumnya hanya berjumlah 25% dari penduduk indonesia, di 2018 ini meningkat menjadi 34%.

Apa Sih Sebenarnya Hipertensi itu?

Hipertensi adalah kenaikan tekanan darah,  Seseorang dikategorikan hipertensi apabila tekanan darahnya lebih atau sama dengan 140 untuk tekanan darah atas, dan lebih atau sama dengan 90 untuk tekanan darah bawah.  Jadi orang dengan tekanan darah 140/80 atau 130/90 sudah disebut orang dengan hipertensi.

Bahaya yang mengintai bila terkena hipertensi

Hipertensi bukan sekedar kenaikan tekanan darah saja.  Banyak organ lain yang akan terkena imbasnya bila tekanan darah kita tidak dikendalikan.  Contohnya gagal ginjal, Stroke bila menyerang otak, penyakit jantung koroner dan bisa menyebabkan kebutaan.

Kerusakan organ akibat komplikasi hipertensi akan tergantung kepada besarnya peningkatan tekanan darah dan lamanya kondisi tekanan darah yang tidak terdiagnosis dan tidak diobati. Organ tubuh yang menjadi target antara lain adalah otak, ginjal, mata, jantung maupun berpengaruh pada pembuluh darah arteri perifer itu sendiri.

Know Your Number dan Check Faktor Resiko

Pemerintah melalui CERDIK menyarankan masyarakat untuk selalu check kesehatan secara berkala.  Karena dengan mengetahui tekanan darah kita, dapat mencegah hal hal yang tidak kita inginkan.

Apalagi bila kita memiliki banyak faktor resiko seperti dibawah ini.

1. Faktor genetik

Faktor keturunan tidak memegang peranan, namun bila salah satu anggota keluarga atau orang tua memiliki tekanan darah tinggi, maka anak pun memiliki resiko yang sama.

2. Usia

Usia juga mempengaruhi tekanan darah seseorang, semakin bertambahnya usia maka tekanan darah pun akan semakin meningkat.  (Usia 45 th ke atas resiko naik dua kali lipat)

3. Pola Makan Tinggi Natrium

Mengkonsumsi makanan tinggi natrium dan sodium yang biasanya banyak pada junkfood akan meningkatkan resiko terkena hipertensi.

4. Kolesterol

Kolesterol yang identik dengan lemak berlebih yang tertimbun pada dinding pembuluh darah. Pembuluh darah yang dipenuhi dengan kolesterol ini akan mengalami penyempitan dan mengakibatkan tekanan darah pun meningkat.

5. Obesitas/kegemukan

Seseorang yang memiliki berat tubuh berlebih atau kegemukan meningkatkan peluang lebih besar terkena hipertensi.

6. Stress

Stress dapat memicu suatu hormon dalam tubuh yang mengendalikan pikiran. Jika mengalami stress hal tersebut dapat mengakibatkan tekanan darah meningkat semakin tinggi.

7. Rokok

Kandungan nikotin dan zat senyawa kimia yang cukup berbahaya yang terdapat pada rokok juga memberikan peluang besar seseorang menderita hipertensi terutama pada mereka yang termasuk dalam perokok aktif. Tak hanya mengkibatkan hipertensi, zat rokok yang terhirup dan masuk ke dalam tubuh akan meningkatkan resiko pada penyakit diabetes mellitus, serangan jantung dan stroke.

8. Kafein

Kafein banyak terdapat pada kopi,teh dan minuman bersoda. Kopi dan teh jika dikonsumsi melebihi batasan normal dalam penyajian akan mengakibatkan hipertensi.

10. Kurang aktivitas fisik

Kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga membuat organ tubuh dan pasokan darah maupun oksigen menjadi tersendat sehingga meningkatkan tekanan darah. Dengan melakukan olahraga teratur sesuai dengan kemampuan dapat menurunkan tekanan darah tinggi.

Nah setelah melihat dan merujuk informasi diatas. Anjuran dari dr Lusiani SpPD K.KV FINASIM dari perhimpunan ahli penyakit dalam Indonesia, untuk selalu secara rutin mengecek tekanan darah.  Bahkan Bapak DR. Tunggul Situmorang, SpPD KGH FINASIM mengajak masyarakat untuk know your number atau memeriksakan tekanan darah secara berkala sebagai bagian dari aktivitas CERDIK.  Yang merupakan singkatan dari :

C = Cek Tekanan Darah

E= Enyahkan asap rokok

R= Rajin Beraktivitas Fisik

I = Istirahat Cukup

K= Kelola Stress

Dengan menjalankan aktivitas CERDIK diatas diharapkan masyarakat menjadi lebih aware dan sadar akan bahaya si sillent killer ini, juga dapat mencegah serta mau melakukan perawatan rutin bila mana ternyata terkena hipertensi.  Apalagi pasien dengan hipertensi wajib konsumsi obatnya seumur hidup.

Sebaiknya pula, untuk pasien yang sudah terkena hipertensi memiliki alat pengukur tekanan darah dirumah.  Cek tekanan darah secara berkala saat sedang duduk santai. Dan ulangi pengecekan min 3 kali agar didapat hasil rata rata yang sesuai.

Masyarakat yang sadar akan kesehatannya tidak hanya membantu dirinya sendiri ataupun keluarganya. Tapi juga turut membantu Bangsa dan negara karena telah memperpanjang angka harapan hidup maupun masa produktif warga negara juga tidak turut memberikan beban pembiayaan penyakit pada BPJS.

Alhamdulillah sudah sebulan ini tekanan darahku kembali ke normal 120/80  semoga kondisi ini akan tetap berlanjut.  Bagaimana dengan anda? sudahkan know your number?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *