Jadikan Uang Kita Investasi Dunia Akhirat

Akhir akhir ini group whatsapp ibu ibu yang aku ikuti sedang ramai dengan bahasan investasi.  Alhamdulillah aku bersyukur sekali bisa bergabung dan akrab dengan teman teman yang menurutku sholehah.  Mereka adalah para ibu rumah tangga, yang beberapa diantaranya mengelola bisnis/usaha sendiri.  Memang ada yang sudah berkecukupan dengan hasil usaha mereka.  Namun ada juga usahanya ini benar benar penghasilan utama dan dalam rangka membantu suami mencari nafkah.

Aku dulu juga sempat punya usaha kecil kecilan di bidang jual beli barang online. Dibilang kecil kecilan dulu penghasilanku sudah lebih besar 2 x lipat dari UMR.  Sayangnya memang sekarang sudah tidak terlalu aktif lagi.  Selain aku punya hobi dan pekerjaan baru.  Suami juga lebih suka aku tidak terlalu sibuk dengan urusan perniagaan dunia.

Nah kembali lagi ke bahasan investasi.   Sebagai orang awam aku mengartikan Investasi adalah sebagai cara terbaik menggandakan uang.  Teringat dengan seorang teman yang berjualan kue bawang.  Beliau mengatakan bahwa dengan berdagang sesungguhnya dia telah mengusahakan memperpanjang penghasilan suaminya yang harusnya hanya cukup untuk 2 minggu kehidupan menjadi satu bulan kehidupan.

Yup kami adalah ibu rumah tangga, wajar ye kan bila pemikiran kami sangat sederhana.  So intinya dengan investasi.  Dengan modal sekian, nantinya diharapkan akan mendapatkan keuntungan dikemudian hari.

Investasi dunia, sungguh amat sangat banyak sekali.  Berdagang, ataupun menyimpan emas adalah cara investasi yang paling gampang kami para ibu lakukan.   Investasi yang disukai tentu saja yang paling rendah resikonya dan mudah dilakukan.

Bagaimana dengan investasi dunia dan akhirat?  apakah teman teman pernah mendengar hal ini? Kalau belum kebetulan aku punya informasi yang sangat menarik mengenai Jenis investasi ini.

Jadikan Uang Anda Sebagai Investasi Dunia dan Akhirat.

Sesungguhnya harta yang benar benar kita miliki, bukan harta yang kita dapatkan ataupun kita simpan.  Tapi adalah harta yang kita sedekahkan.  Sudah seringkan mendengar kata kata tersebut?

Ada sebuah kisah dari Aisyah RA, bahwa keluarga Rasulullah pernah menyembelih seekor kambing, kemudian disedekahkan kepada orang-orang miskin, lalu Rasulullah bertanya: “Apa yang tersisa dari (daging) kambing tersebut?”. ‘Aisyah menjawab: “Tidak ada yang tersisa/tertinggal darinya kecuali (bagian) bahu (dari) kambing tersebut”. Maka Rasulullah bersabda: “(Itu berarti) semua (daging) kambing tersebut tertinggal (tetap dan kekal pahalanya) kecuali (bagian) bahunya.

Yup Sesungguhnya harta yang kita sedekahkan tidak hilang begitu saja, namun Allah ganti dengan keberkahan.  Bisa jadi dalam bentuk keluarga yang bahagia.  Rezeki yang lancar, anak anak yang sehat dan pasangan yang harmonis.   Lantas kenapa kita tidak yakin untuk selalu berinvestasi di jalan Allah?.

Teman teman mungkin sudah tahu ya mengapa wakaf itu menjadi salah satu wakaf yang istimewa? Bila belum teman teman bisa membacanya disini :  wakaf adalah sedekah yang istimewa.

Bolehkah Wakaf Melalui Uang?

Selama ini mungkin familiar kita dengar, wakaf itu berubah tanah, berupa bangunan.  Tapi ternyata wakaf itu bisa apa saja, selagi tidak keluar dari syariah islam.   Berdasarkan peraturan Menteri Agama RI no 4 TH 2009 tentang administrasi wakaf uang, pasal 1 ayat 1 menyebutkan :

Bahwa yang dimaksud dengan wakaf uang adalah perbuatan hukum wakif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian uang miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan atau kesejahteraan umum menurut syariah.

Hal ini juga dikuatkan dengan adanya fatwa MUI tanggal 28 shafar 1423 H/ 11 Mei 2002 M.  Komisi fatwa MUI menfatwakan bahwa wakaf uang hukumnya Jawaz (Boleh) dan hanya boleh disalurkan dan digunakan untuk hal hal yang dibolehkan secara syar’i serta nilai pokok wakaf uang tersebut harus dijamin kelestariannya, tidak boleh dijual, dihibabhkan, dan atau diwariskan.

Jenis Wakaf Uang

Ternyata Gaes, Wakaf uang sendiri terbagi dalam 2 jenis.  Yakni sebagai berikut.  Yang pertama adalah wakaf uang selamanya, dimana wakaf berupa uang dalam bentuk rupiah yang dikelola secara produktif dan dimanfaatkan oleh Nazhir selama lamanya, hasilnya digunakan untuk maukuf’alaih (Penerima Manfaat Wakaf)

Yang kedua adalah wakaf uang berjangka adalah wakaf berupa uang dalam bentuk rupiah yang dikelola secara produktif dan dimanfaatkan oleh Nazhir selama jangka waktu tertentu minimal 5 tahun. Dan bila jangka waktunya berakhir, Nazhir berkewajiban mengembalikan uang tersebut kepada wakif.

Nilai wakaf uang biasanya dimulai dari 10.000 rupiah. Untuk mendapatkan sertifikat wakaf uang kita bisa berwakaf minimal satu juta rupiah.  Contoh Wakaf uang yang bisa kita lakukan melalui I-Wakaf adalah berikut ini :

Program Wakaf Rumah Quran

Sebenarnya wakaf jenis ini bisa juga menggunakan barang.  Misal bahan bangunan.  Namun menggunakan uang juga bisa.  Wakaf Rumah Quran yakni berupa pembelian bahan bangunan material dan biaya pembangunan asrama tahfidz di lahan tanah wakaf. Saat ini tanah wakaf sudah tersedia di daerah Gandaria Jakarta Selatan. Insyaallah dengan uluran tangan para Wakif, Rumah Quran untuk santri Tahfidz bisa dibangun segera.

Program Wakaf Rumah Quran ini bisa kita ikuti cukup dengan Rp 250.000 per bagian (10 persen merupakan infaq operasional).  Tidak sulit untuk ikut berpartisipasi dalam program ini, bisa kita lakukan melalui transfer wakaf ke BNI Syariah 121.333. 7775 n Yayasan Inisiatif Wakaf.

Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? [yaitu] kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan [memasukkan kamu] ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar.  Dan [ada lagi] karunia yang lain yang kamu sukai [yaitu] pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat [waktunya]. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman. QS As Saf 10-13

Nah membangun Rumah Wakaf Quran, sama seperti ikut berjihad. Yakni membantu mencetak jundi jundi Allah.  Para tahfidz quran yang nantinya insyaAllah bisa menjadi alim ulama, para dai yang senantiasa menjaga alquran dan isinya selalu dibaca dan dipraktekan di dunia ini.

Alhamdulillah, semoga kita semua dapat mengambil kesempatan ini dengan sebaik baiknya.  Berinvestasi dengan tepat, baik untuk dunia maupun akhirat.  Dan kita menjadi salah satu umat yang mensyukuri nikmat rezeki dari Allah dengan cara berbagi.  Sampai bertemu lagi nanti di artikel wakaf berikutnya. Bila ada salah dan khilaf mohon dimaafkan ya teman. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *