Yuk Jadikan Wakaf Bagian Gaya Hidup Milenials

“Jika seorang meninggal, terputus amalannya kecuali tiga: shadaqah yang terus mengalir pahalanya, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim)”

Gelombang Wakaf Movement
Gelombang Wakaf Movement

Aku mendengar hadist ini pertama kali adalah ketika seorang ustadz membacakan pengantar, sebelum keranda berisi almarhum Bapakku diantar menuju liang kubur. 18 tahun yang lalu. Pak ustadz mengingatkan kami sebagai anak anak Bapak. Untuk senantiasa mendoakan Bapak.

Aku berbaik sangka kalian semua tahu hadist itu. Sebuah hadist yang menceritakan bahwa apapun yang Kita punya tidak akan bermanfaat lagi setelah Kita meninggal. Kecuali 3 Hal diatas.  Hal hal diatas merupakan salah satu lagi contoh kasih sayang Allah.  Bagaimana, bahkan setelah kita meninggalpun amalan kita tidak akan terputus.

Namun mungkin diantara 3 hal diatas, satu hal yang belum bisa kulakukan yakni mendidik anak yang sholeh.  Karena hingga 8 tahun pernikahan, kami belum juga dikaruniahi anak.  Sedih sih, tapi ternyata ada 2 hal lain yang dapat membantu kita mengalirkan pahala bahkan setelah kita meninggal.  Hal yang menurutku sangat mungkin kita lakukan yakni berbagi ilmu bermanfaat dan sedekah yang terus mengalir manfaatnya (Wakaf).

Ada hal yang menarik tentang wakaf yang bahkan baru kuketahui 2 hari yang lalu, yakni saat mengikuti peluncuran Gelombang Wakaf, salah satu program unggulan dari Lembaga Amil Zakat Nasional yang terbesar di Indonesia yakni Rumah Zakat.  Dalam pembukaan acara tersebut.  Diputar sebuah video yang berisi tentang fakta fakta Wakaf.

Dua diantaranya merupakan kisah dari Indonesia.  Yang pertama adalah kisah tentang emas di monumen nasional.  Diketahui emas  28 kg dari 38 dipuncak monas adalah hasil wakaf dari salah satu saudagar Aceh bernama Teuku Markam.  Selain itu jamaah haji asal aceh mendapatkan tambahan uang dari hasil wakaf seorang pengusaha juga ulama asal aceh yang membeli tanah dan membuat usaha produktif di tanah itu.  Pengusaha itu bernama habib Bugak Asyi. Sejak 2006 diketahui masing masing jemaah haji asal aceh mendapat tambahan dana sekitar 1500 riyal per orang. Masyaallahtabarakallah.

Potensi Wakaf Di Indonesia

Menuruf informasi Bapak Nur Efendi selaku CEO Rumah Zakat, Potensi Wakaf di Indonesia sangat besar.  Dan dapat dijadikan titik balik kebangkitan ekonomi umat islam, melalui pengelolaan wakaf ekonomi produktif.  Yang diyakini dapat berdampak besar pada perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat di Indonesia. Berdasarkan informasi dari Badan wakaf Indonesia (BWI) potensi wakaf di Indonesia dapat mencapai 180 trilyun, padahal di tahun 2017 baru terkumpul 400 m.  Bahkan komite nasional keuangan syariah menilai aset wakaf 377 T atau 4,3 M m2 tanah wakaf yang belum dimanfaatkan.

Nur Efendi CEO Rumah Zakat
Nur Efendi CEO Rumah Zakat

Memang selama ini masyarakat baru mengetahui wakaf sekedar wakaf tanah dan bangunan.  Kakekku salah satunya, beliau sudah berwakaf tanah untuk jalan, masjid, pondok pesantren di Sumatera Selatan, dan wakaf tanah kuburan dengan luas 8 hektar persegi.  Memang tidak ada yang salah dengan wakaf model seperti itu.  Namun ternyata wakaf bisa juga dibuat produktif.  Contohnya adalah wakaf ulama aceh tadi.

Wakaf Produktif Para Milenials

Gengs, maukan kalau pahalamu terus mengalir dan mengalir walau nanti kamu sudah meninggal? Sebagai salah satu generasi milenials aku terus terang kepikiran nih.  Gimana caranya ikutan berwakaf.  Aku yakin kalau urusan ZIS pasti generasi milenials sudah paham dan sudah melakukannya. Kalau wakaf kadang memang mikirnya, aduh ini mah sedekahnya para orang tua yang udah punya banyak aset. Trus bagaimana dengan milenials kayak kita ini? paling baru punyanya rumah.  Masa itu yang mau diwakafkan? xixixi.  Tenang, Rumah Zakat punya solusinya nih. Tapi sebelum itu kita belajar dulu ya apa sih wakaf produktif itu.

Orang pertama yang melakukan wakaf produktif adalah Umar Bin AlKhaththab yang mewakafkan sebidang kebun yang subur di Khaybar.  Kemudian kebun itu dikelola dan hasilnya untuk kepentingan masyarakat.  Jadi pada dasarnya wakaf produktif itu artinya harus menghasilkan, dimana hasilnya dimanfaatkan  sesuai dengan peruntukkannya.

Salah satu contoh wakaf produktif yang telah digulirkan oleh Rumah Zakat bekerjasama dengan RWI adlah fasilitas kesehatan masyarakat yakni bangunan klinik pratama rumah bersalin gratis yang terletak di semarang. Klinik RBG ini memberikan layanan kesehatan secara gratis kepada masyarakat yang kurang mampu.

Untuk mendukung gerakan wakaf produktf ini lah. Sesuai visi Rumahzakat untuk menjadi filantropi ZISWAF dan kemanusiaan yang diwujudkan dalam kiprah Rumah Zakat selama 20 tahun telah mampu memberdayakan 30 juta penerima layanan manfaat, membuat 18 sekolah dan 8 klinik.   Rumah zakat meluncurkan sebuah gerakan  baru bertujuan membumikan wakaf, agar lebih dikenal masyarakat.  Gerakan ini bernama Gelombang Wakaf.

Rumah Zakat Luncurkan Gerakan Gelombang Wakaf.

Gerakan baru untuk terus menerus menebarkan kebaikan bagi Indonesia dan dunia. Diwujudkan dalam sebuah movement yang bernama gelombang wakaf.  Mengingat Saat ini indonesia masih parsial dalam hal mengelola masalah Ziswaf terutama Wakaf.  Seperti yang disampaikan oleh Bapak Nur Efendi.  Di Indonesia lebih banyak ditemui wakaf berupa aset/tanah.  Sehingga yang tertanam dibanyak benak masyarakat.  Kalau mau wakaf harus berupa tanah, tanah kuburan ataupun bangunan.  Padahal saat Rumah Zakat melakukan benchmark ke berbagai pengelola Ziswaf di luar negeri.  Banyak ditemukan pengelolaan wakaf yang sudah mengarah pada wakaf produktif yakni berupa bangunan hotel, mall ataupun pasar.

Oleh karena itu visi Kemanusiaan ini akan diwujudkan sebagai respon untuk mengedukasi masyarakat Indonesia tentang pentingnya Wakaf.  Terutama sasarannya adalah Generasi Milenials yang nantinya pada 2030 akan terjadi ledakan bonus demografi.  Salah satu fokus campaign Gelombang Wakaf adalah memberikan edukasi dan keterlibatan masyarakat terutama generasi milemial terhadap program wakaf.  “Rumah Zakat akan mengedukasi masyarakat melalui seminar diseluruh Indonesia dan aktivasi melalui media sosial.  Selain itu juga akan membentuk komunitas wakaf yang bertujuan untuk melibatkan generasi milenial yang jumlahnya kurang lebih 40% dari total penduduk Indonesia secara langsung dalam proses pelaksanaan wakaf”  Ujar Pak Nur Efendi selaku CEO Rumah Zakat.

Aku sebagai generasi milenials merasa perlu menyambut baik movement yang dilakukan oleh Rumah Zakat.  Terlebih aku pernah aktif menjadi relawan di Lembaga Amil Zakat Nasional terbesar di Indonesia ini.  Dan melihat langsung bagaimana program program pemberdayaan masyarakat telah digulirkan dan dilakukan oleh RZ dengan memanfaatkan dana ZISWAF.  Profesionalitas dalam pemberdayaan serta pengelolaan zakat oleh RZ merupakan jaminan bahwa RZ juga nantinya dapat dipercaya juga untuk mengelola dana wakaf.  Wakaf produktif yang bisa mulai kita sisihkan dari sebagian penghasilan kita sejak masih muda, selain akan membawa manfaat pada diri kita sendiri.  Juga akan dirasakan manfaatnya pula oleh masyarakat Indonesia.  Sehingga titik balik perekonomian Indonesia yang didukung oleh Ekonomi syariah umat, bukan lagi hal yang niscaya.  InsyaAllah bisa bisa bisa.. So.. sebagai generasi milenial? gengs, kamu siap kan ikut mendukung Gerakan Gelombang Wakaf dari Rumah Zakat?

Gerakan Gelombang Wakaf
Gerakan Gelombang Wakaf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *