Young People And Mental Health In A Changing World

Hello People, maaf ya kalau judulnya agak sok English gitu. Namanya saja anak Jaksel xixixxi. Tenang aku akan menuliskan ini dalam bahasa Indonesia, karena memang aku tidak bisa menuliskan dalam bahasa Inggris hahaaha

Bisa sih kalau menggunakan judulnya Kesehatan mental dan Generasi Muda dalam menghadapi perubahan dunia. Tapi jadi lebih panjang saja. Sudah ya bahas judul sampai disini saja. Kita langsung masuk ke point utama.

Beberapa waktu lalu aku terkaget kaget saat membaca status seorang teman di di whatsapp. Beliau berkata bahwa ingin bunuh diri.  Temanku itu bahkan lebih tua banyak dariku. Usianya sudah lewat 40 tahun. Aku sih tidak menyangka. Karena selama ini yang terlihat dirinya baik baik saja, Dan berasal dari keluarga yang juga baik baik saja.

Untunglah keluarganya serta teman dekatnya kompak membantunya keluar dari permasalahan. Sehingga depresi yang ia derita tidak berlanjut lebih lama.  Aku juga sering menemukan teman teman yang secara usia sudah tua (lebih tua dari aku loh) tapi terjebak masa kanak kanak. Sehingga sikapnya tidak kunjung dewasa.

Tahu kan ya sikap kekanakan itu misalnya mau menang sendiri, mau enaknya sendiri, egois, Sensitif berlebihan dan lain lain. Fix kalau kamu juga punya sikap demikian berarti kamu juga kekanakan hehehe.

Kedua hal itu masih ringan. Ada juga teman yang menjelang usia 40-nya malah didiagnosa terkena bipolar dan satu lagi terkena scizophrenia. Dua penyakit kejiwaan yang sama sama cukup berat.

Nah benang merah dari ke 4 orang tersebut. Semuanya mempunyai masa remaja yang berat. Salah satunya sudah yatim piatu ketika remaja,  berjuang untuk menghidupi diri sendiri. Dua diantaranya merupakan anak anak dari keluarga broken home. Yang mana ortu laki lakinya membuat kesalahan pada ibu mereka. Selain tidak memberikan nafkah. Mereka juga kurang kasih sayang dari Ayah. Serta Ibu yang sibuk bekerja. Satu lagi besar diasuh Ibu yang terlalu dominan. Semua urusan harus persetujuan atau diatur oleh ibunya.

Saat jiwa mereka terluka ketika remaja, dampak kejiwaannya pun muncul setelah mereka dewasa dan berkeluarga. Kemudian dipicu oleh hal tertentu. Dan Buuum meletuslah boom atom itu.

Hal ini rupanya senada dengan yang disampaikan oleh para Ahli Kesehatan jiwa dari Kementrian Kesehatan Kamis 4 Oktober 2018 yang lalu. Telah hadir membersamai blogger kesehatan, Bapak dr Anung Sugihantono, M. Kes  (Direktur Jenderal P2P) juga Dr. Eka Viora Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia.

Seperti yang disampaikan Bu Dokter Eka Viora, 1 diantara anak usia 10 hingga 19 tahun dapat mengalami gangguan kesehatan jiwa. Dan 16 persen global burden of disease and injury terjadi pada usia 10-19 tahun.   Bahkan separuh dari kondisi kesehatan jiwa dimulai pada usia 14 tahun tapi sebagian besar kasus tidak terdeteksi dan tidak mendapatkan pengobatan.

Secara global, depresi adalah salah Satu dari penyebab penyakit dan disability’s pada remaja.  Bunuh diri merupakan penyebab ketiga terbesar kematian remaja pada usia 15-19 th. Contoh cerita teman temanku diatas itu adalah bukti dampak bila kondisi kesehatan jiwa remaja berlanjut pada dewasa muda dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental serta terbatasnya kesempatan mengisi kehidupan yang lebih baik pada usia dewasa. Promotif Dan preventif kesehatan jiwa merupakan kunci untuk membantu remaja berkembang

Tidak Ada Kesehatan Tanpa Kesehatan Jiwa.

Kebanyakan remaja memiliki kesehatan fisik dan mental yang baik, namun akibat perubahan emosi sosial, termasuk karena ekonomi (kemiskinan), abuse atau tindakan kekerasan dapat menyebabkan remaja rentan terhadap masalah kesehatan jiwa.

Padahal masa remaja berada pada kondisi kesehatan jiwa yang beresiko sangat besar yang disebabkan berbagai kondisi.

1. Stigma, dikriminasi, kurang ya akses ke kualitas dukungan dan layanan.

2. Remaja yang tinggal di tempat bantuan kemanusiaan seperti pengungsian akibat bencana

3. Remaja dengan penyakit kronis, spectrum autsm disorder, disabilitas intelektual ataupun kondisi neurologis lainnya., Kehamilan remaja, pernikahan Dini/kawin paksa, anak anak yatim, Dan remaja sari etnis minoritas.

Mereka mereka ini sangat rentan terhadap pengucilan sosial, diskriminasi, stigma, kesulitan dalam pendidikan, perilaku beresiko, sakit fisik dan pelanggaran hak atau manusia.

Kondisi Kesehatan Jiwa Pada Remaja

Setidaknya ada beberapa kondisi gangguan jiwa pada remaja.  Di seluruh dunia diperkirakan 10 – 20% remaja pernah mengalami masalah kesehatan jiwa.  Memang buruknya kesehatan jiwa remaja dapat terjadi karena beberapa alasan seperti kurang pengetahuan atau kesadaranm tentang keswa diantara tenaga kesehatan atau sitgma yang mencegah mereka untuk mencari pertolongan.  Berikut berbagai ganguan yang sering ada pada anak anak dan remaja.

  1. Gangguan perilaku masa kanak kanak
  2. Gangguan Emosi
  3. Gangguan Makan
  4. Psikosis
  5. Perilaku Berisiko
  6. Suicide dan Self Harm

Tentu saja gangguan yang terjadi pada anak anak atau remaja tidak dikehendaki.  Karena akan ada perpanjangan dampak hingga mereka dewasa.  Apalagi di 2045 akan ada bonus demografi. Apa yang akan terjadi bila banyak dewasa di masa itu mengalami gangguan kesehatan jiwa karena masa remajanya. Hal ini membuat kita sebagai orang tua hendaknya sudah membuat langkah pencegahan. Deteksi dini dan pengobatan.

Upaya Promotif dan Preventif

Hal ini bertujuan diantaranya, intervensi untuk meningkatkan kesehatan jiwa remaja untuk memperkuat faktor protektif.  Upaya promotif kesehatan jiwa dapat membantu remaja dalam membangung ketahanan sehingga mereka dapat mengatasi masalah baik dalam situasi sulit atau tertekan. Berbagai upaya pencegahan penyakit yang beresiko pada kondisi kesehatan jiwa memerlukan pendekatan yang berjenjang dan bervariasi misalnya melalui keluarga, sekolah, komunitas, digital media dll

Contoh Intervensi yang dapat dilakukan. Satu satu, disampaikan dalam group atau bimbingan online psikologis. Intervensi berfokus pada keluarga misalnya caregivers skill training. Intervensi berbasis sekolah misalnya perubahan organisasi lingkungan psikologis  yang aman dan positif. Pengajaran tentang kesehatan jiwa dan ketrampilan hidup. Pelatihan staf dalam deteksi dan dasar managemen risiko bunuh diri.  Dan pencegahan berbasis sekolah, program menjaga remaja yang rentan terhadap kondisi kesehatan jiwa. Program untuk mencegah dampak kekerasan seksual pada remaja. program pencegahan bunuh diri multi sektoral. Program dan intervensi pencegahan alkohol dan penyalahgunaan obat. Pendidikan Seks yang komprehensi untuk membantu mencegah perilaku seksual beresiko.

Intervensi yang dapat dipertimbangkan pada remaja

  • Pentingnya deteksi dini dan penyediaan intervensi berbasis bukti untuk gangguan jiwa dan penggunaan zat pada remaja
  • WHO’s mhGAP menyediakan pedoman berbasis bukti, untuk pelayanan non spesialitik agar tenaga kesehatan dapat mengindentifikasi dan mendukung prioritas kesehatan jiwa pada kondisi dengan sumber daya terbatas
  • Dibutuhkan staf yang terlatih dalam mengolah kebutuhan spesifik remaja serta melibatkan dan memberdayakan caregivers
  • Panduan metode tatap muka dan dukungan sendiri, termasuk intervensi kesehatan jiwa elektronik dapat menjadi alternatif intervensi karena tingginya stigma terhadap keswa atau kondisi untuk mengakses layanan kesehatan jiwa remaja belum memungkinkan.
  • Obat Psikotropika harus digunakan dengan hati hati dan hanya diberikan kepada remaja dengan kondisi kesehatan jiwa sedang hingga berat, ketika intervensi psikososial yang diberikan tidak efektif dan ada indikasi klinis dengan meminta persetujuan (informed consent).  Pengobatan hanya dapat diberikan di bawah oleh supervise atau dokter spesialias kedokteran jiwa.

Dan yang paling penting adalah Deteksi dini dan pengobatan.  Seperti yang disampaikan oleh bapak dr Anung Sugihantono, M. Kes.  Deteksi dini dapat dilakukan oleh orang terdekat atau keluarga.  Yang paling menonjol adalah perubahan perilaku yang mencolok pada anak anak, misal jadi lebih pendiam ataupun menarik diri dari lingkungan sosial.  Peran orang tua untuk memantau hal yang terjadi pada anak anaknya adalah hal wajib dan sangat penting.    Karena gangguan jiwa yang terjadi di masa dewasa hampir semuanya merupakan kumpulan kondisi yang terjadi saat mereka remaja.   Nah melalui peringatan hari kesehatan jiwa ini diharapkan semua rakyat indonesia juga pemangku kepentingan di Indonesia dapat bahu membahu mewujudkan masyarakat Indonesia yang berperilaku sehat, mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu agar dapat mencapai derajat kesehatan yang setinggi tingginya dengan melakukan gerakan masyarakat hidup sehat.

Sekali lagi,  Remaja yang sehat adalah calon dewasa yang sehat.  Untuk itu yuk kawal generasi muda menjadi generasi yang sehat dan siap menghadapi perubahan dunia.

9 Comments

  1. “Dalam raga yang kuat, terdapat jiwa yang sehat” 😀

    Kesehatan mental itu emang penting banget…

    Kesehatan mental juga bisa diawali dengan cara bersyukur dan ikhlas

  2. aku juga punya lho mba fika beberapa teman yg seperti itu, ingin mencoba bunuh diri. duh aku dengernya aja udah deg degan banget. kasihan tapi bingung mau bantu apa. yang bisa aku lakukan hanya coba menghibur.
    artikelnya bermanfaat mba. semoga kita semua senantiasa diberi kesehatan jiwa

  3. Hi Mba Fika!
    Terima kasih sekali telah mengulas tentang kesehatan mental. Pasalnya di Indonesia masih banyak orang yang memiliki stigma buruk tentang kesehatan mental. Padahal kesehatan mental adalah salah satu fondasi untuk memiliki tubih yang sehat dan kuat. Aku sendiri pernah mengalaminya dan support dari orang-orang itu membantu sekali untuk kami bisa berdiri lagi. Terima kasih!

  4. Kalau ada solusi seperti ini kan lebih enak untuk mengurangi kasus yang serupa lho, jadi efek berbahaya biaa dicegah lebih dini

  5. Temenku juga ada lho mbak yang kemarin mau bunuh diri. Alasannya bipolar, tapi ntahlah. Semoga semakin banyak berkurang kasus yang ginian

  6. Kalau doyan makan itu termasuk gangguan makan kah? Hahaha. Soalnya bikin gendut. Gak ideal

    Oooh ada hari kesehatan toh? Aku baru tauuu
    Semoga remaja2 Indonesia pada sehat yaaa
    Soalnya mereka kan aset bangsa

  7. Kesehatan mental Ternyata tak lepas dari dukungan orang sekitar ya. Selamat hari kesehatan jiwa kakak…

  8. Aku sering banget ngingetin temenku yang sering stress atau marah tanpa alasan untuk segera memeriksakan kesehatan jiwa ke psikolog. Bukannya apa apa, kesehatan mental itu penting banget karena hidup yang ngga balance. Kita mesti aware dengan orang disekitar kita

  9. Jadi intinya definisi dari SEHAT itu adalah sehat secara fisik dan sehat secara mental.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *