Ayo Putus Mata Rantai Hepatitis B untuk Masa Depan Anak Anak Kita


” Innalillahi wa innailaihi rojiun, ” ucapku saat mendengar berita si fulana meninggal karena kanker hati. Padahal usianya baru 30 tahun. Memang penyakit kanker hati bisa diderita siapa saja. Tapi tak banyak yang tahu penyakit kanker hati ini bisa diawali dengan terinveksinya hati oleh virus hepatitis B.

Beberapa hari lalu mengikuti diskusi tentang hepatitis di kantor kementrian kesehatan di kuningan Jakarta. Membuka mataku lebar lebar. Sekaligus menambah wawasan baru. Sebelumnya saat kedua adikku membicarakan tentang booster hepatitis anak anak mereka. Aku cuek cuek saja, kupikir sama lah seperti vaksin vaksin yang lain. Tapi sepulang dari acara ini. Aku bersemangat memotivasi adek adekku untuk memberi booster hepatitis B pada anak anaknya.

Jenis Jenis Hepatitis

Selama ini aku kira hepatitis itu terjadi karena virus yang sama. Hepatitis A, B, C adalah tingkatan. Ternyata aku keliru. Hepatitis artinya infeksi hati, yang disebabkan oleh virus A untuk hepatitis A, virus B untuk hepatitis B dan virus C untuk hepatitis C.

Bu Dokter Wiendra Woworuntu M.Kes mengatakan bahwa ” Di Indonesia, banyak pasien Hepatitis yang menemukan penyakitnya setelah parah”.  Hepatitis sendiri sebenarnya disebabkan oleh banyak macam. Diantaranya perlemakan Hati, parasit (malaria, amoeba), virus (dongue, herpes), obat obatan dan alkohol. Namun penyebab terbanyak hepatitis adalah virus hepatitis.

Pertandingannya saat ini, Satu dari 4 pengidap hepatitis akan berakhir menjadi pengidap kanker hati. Kurangnya informasi di masyarakat membuat penanganan penyakit ini menjadi kurang. Buktinya banyak pasien yang terkenal hepatitis dalam tahap berat/kronis.

 Hepatitis A

Sudah sering dengan tentang penyakit kuning? Nah penyakit kuning adalah nama lain dari hepatitis A. Sayangnya cuma 1 dari 6 penderita hepatitis A ini yang menyadari penyakitnya.

Hepatitis A merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis tipe A dan menyerang sel-sel hati manusia. Setiap tahunnya di Asia Tenggara, kasus hepatitis A menyerang sekitar 400.000 orang per tahunnya dengan angka kematian hingga 800 jiwa. Sebagian besar penderita hepatitis A adalah anak-anak.

Walau hepatitis A tidak akan menyebabkan efek yang parah sekali seperti hep B dan C. Tetap saja bisa mengkhawatirkan bila tidak diobati dengan benar.

Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan penyebaran virus ini meliputi:

  • Sanitasi yang buruk.
  • Kontak langsung dengan pengidap.
  • Berbagi jarum suntik.
  • Berhubungan seks dengan pengidap, terutama seks anal.
  • Pria yang berhubungan seks dengan sesama pria.
  • Bekerja di area yang berhubungan dengan kotoran, misalnya selokan

Untungnya Penyakit ini tidak memiliki langkah penanganan khusus karena sistem kekebalan tubuh akan melenyapkan virus dengan sendirinya.N Namundokter mungkin akan meresepkan obat untuk meringankan gejala-gejala yang dialami pengidapnya. Penanganannya meliputi mengonsumsi obat pereda gatal, sakit, mual dan muntah sesuai dosis.

Hepatitis C

Virus hepatitis C dapat menyebabkan infeksi akut dan kronis. Hepatitis C akut adalah infeksi yang terjadi pada 6 bulan pertama. Infeksi ini biasanya tanpa gejala dan jarang yang mematikan. Sekitar 15-45 persen penderitanya berhasil sembuh dari penyakit ini tanpa penanganan khusus.

Sementara 55 hingga 85 persen sisanya akan menyimpan virus untuk waktu yang lama yang kemudian berkembang menjadi infeksi hepatitis C kronis. Penderita hepatitis C kronis memiliki risiko sekitar 15-30 persen untuk terkena sirosis hati dalam waktu 20 tahun. Sirosis Komplikasi ini dapat berakibat fatal. Untungnya hepatitis C sekarang sudah ditemukan obatnya.

Menurut dokter Andri Sanityoso Sulaiman Sp.Pd K-GEH. Sekretaris Jendral Perhimpunan Penelitian Hati Indonesia. ” Obat hepatitis C ampuh hingga 95% menyembuhkan dan bisa diminum secara oral”

Alhamdulillah walau berbahaya tapi sudah ada solusinya. Tinggal Kita sebagai masyarakat jeli mencari tahu status kesehatan tubuh Kita masing masing.

Hepatitis B

Nah Ini dia kasus penyakit hepatitis yang sangat urgent sekali penanganannya saat ini. Karena tidak seperti hepatitis A yang bisa disembuhkan oleh tubuh. Atau pemyakit Hepatitis C yang sudah ada obatnya. Penyakit hepatitis B ini belum ditemukan obatnya dan merupakan jenis penyakit kronis yang sangat infeksius. Bahkan menurut dokter Wiendra Woworuntu, lebih infeksius dari HIV.

Bila banyak orang cenderung peduli dengan penyebaran HIV. Sayangnya ini belum berlaku untuk penyebaran hepatitis B. 95 persen hepatitis B ditularkan secara vertikal dari hubungan darah. Terlebih melalui ibu hamil ke anak yang dilahirkannya. Mau bagaimanapun Cara melahirkan. Baik normal ataupun section vertus semua Punya kemungkinan penularan virus hepatitis B sama tingginya.

Karena itu Satu satunya Cara menghindari dan memutus rantai penyebaran hepatitis B adalah dengan memberi vaksin pada bayi yang baru lahir dari ibu yang mengidap hepatitis.

 

12 Comments

  1. Semoga keluarga kita terhindar dari penyakit ini yah..memang menjaga kebersihan itu penting banget yah

  2. Iya fika hepatitis harus bnr diwadpadai cek rutin kesehatan dn imunisasi pnting bngt trutama pola hidup y dijaga

  3. Hepatitis menakutkan. Sakit kuning biasa menyebutnya. Kalau badan sudah kuning baru menyadarinya. Minum temulawak, obat sakit kuning

  4. Oo Hepatitis a, b, c itu bukan tingkatan tooh… Aku pikir juga begitu loh mbak… Duuhhh semoga kita dan keluarga dijauhkan dari penyakit ini ya…

  5. Penyakit yg mematikan nih sampe2 suamiku ogah cukur di tukang pinggir jalan. Takut alat cukurnya ga bersih karena hepatitis menular dari darah

  6. Selain vaksin,Jaga kebersihan rumah ,lingkungan dan makanan juga hal yg paling dasar mencegah Hepatitis ya

  7. Serem ya Mba. Saya waktu mendengar penjelasan dokter narasumber jadi kaya bergidik ngeri. Secara hepatitis ini gejalanya tak mudah dikenali

  8. Dulu aku kira penyakit hepatitis itu tidak seberbahaya TBC dan penyakit menular lainnya. Ternyata seram juga ya hepatitis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *