Konsumen Cerdas, Dukung Bijak Berplastik

Memilah sampah terlebih dahulu, baru dibuang
Memilah sampah terlebih dahulu, baru dibuang

Penggemar Korean Drama pasti  tahu dong, dramanya Jaksa Jung Jae Cha dan reporter Nam Hong Jo? Ada adegan unik yang menginspirasiku di drama ini. Apalagi kalau bukan adegan Jaksa Jung atau Reporter Nam Hong Jo saat membuang sampah. Sekilas receh banget, adegan buang sampah saja pakai diceritakan. Padahal sebenarnya menurutku itu adalah selipan iklan Layanan masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Tentu saja bagi rakyat Korea. Uniknya lagi kotak sampah di sana sudah terpilah berdasarkan jenisnya. Di drama tersebut pun diceritakan pemerannya selalu memilah terlebih dahulu sampahnya sebelum dibuang. Keren ya.

Kalau di Indonesia mungkin baru beberapa tempat saja. Ya di Kota Kota besar, mall mall bagus,  atau Perusahaan besar. Salah satunya yang pernah kulihat adalah di kantor Danone Cyber 2 Kuningan. Kotak sampah disana sudah dipilah dalam beberapa jenis sampah.

Tempat Sampah di Danone
Tempat Sampah di Danone

Baru baru ini Danone meluncurkan kampanye bijak berplastik yang bertepatan juga dengan Hari Lingkungan Hidup yang jatuh pada tanggal 05 Juni 2018. Seperti apa bijak berplastik yang dicanangkan Danone? Dan bagaimana Kita sebagai konsumen ikut berperan didalamnya? Nah yuk teruskan baca tulisanku ini ya Gaes.

Evolusi Wadah Kemasan

Dari drama Korea Goddest of Fire yang bercerita tentang sejarah keramik. Konon masyakarat dahulu menggunakan elemen kayu sebagai peralatan makan, minum, kemasan. Sayangnya kemasan kayu pada zaman itu kurang terjaga hieginitasnya. Karena itu banyak terjadi wabah penyakit. Sehingga dari ini dicarilah perangkat makan, minum, kemasan yang lebih aman. Pilihan jatuh pada keramik atau porselen. Namun biaya pembuatan porselen jauh lebih Mahal. Rakyat yang tidak mampu tidak dapat menggunakan ini. Lantas beralih ke kaca/gelas.

Di zaman sekarang ini, kemasan yang paling banyak dipakai karena kelebihan kelebihannya adalah plastik. Seperti diketahui, penemuan resin/biji plastik merupakan penemuan paling bermanfaat di abad ini. Selain murah, ringan, dan bisa dibuat berbagai bentuk. Plastik ternyata tidak saja memberikan manfaat. Namun menyimpan bahaya yang ternyata nanti berdampak ke lingkungan dan masa depan manusia. Bila tidak ditangani dengan bijak mulai dari sekarang.

Bahaya Sampah Plastik Bila Dibiarkan

Kita pasti pernah mendengar tentang penyu yang hidungnya tertusuk sampah sedotan plastik. Atau ikan ikan besar yang didalam perutbya terdapat plastik kresek. Serta masih banyak lagi kisah satwa laut yang mati atau rusak habitatnya Karena sampah plastik.  Diperkirakan ada 500 juta hingga 1 miliar kantong plastik yang digunakan penduduk dunia dalam kurun waktu 1 tahun. Ini berarti ada sekitar 1juta kantong plastik per menit. Sedangkan untuk membuatnya diperlukan ± 12 juta barel minyak per tahun dan 14 juta pohon yang ditebang.

Kadangkala manusia mengambil jalan pintas untuk mengurangi sampah plastik, salah satunya dengan membakar plaatik. Tetapi proses pembakaran yang kurang sempurna tidak mengurai partikel-partikel plastik dengan sempurna sehingga akan menjadi dioksin di udara. Padahal hal ini dapat menyebabkan manusia  rentan terhadap berbagai penyakit di antaranya kanker, gangguan sistem syaraf, hepatitis, pembengkakan hati, dan gejala depresi. Selain itu, plastik yang dibakar tidak benar-benar hilang melainkan meleleh dan berubah bentuk. Plastik yang berubah bentuk tersebut tetap ada dan mengendap di dalam tanah. Pada akhirnya plastik tersebut akan mengurangi kualitas tanah yang telah dicemarinya.

Bijak Berplastik

Danone sebagai salah Satu Perusahaan yang peduli terhadap lingkungan, sesuai dengan visi One Planet One Health. Melalui Sambutan yang disampaikan oleh Ibu Corine Tap, Presiden Direktur PT Tirta Investama (Danone – AQUA) di hadapan Audience yang memenuhi Ballroom Raffless Hotel sore itu.

Ibu Corine menyampaikan Sambutan sambutannya dengan bahasa Indonesia yang lugas dan jelas. Bahwa Danone – Aqua sejak tahun 1993 telah melakukan berbagai inisiatif dalam upaya menanggulangi persoalan sampah plastik di Indonesia. Danone-AQUA sadar upaya ini tidak bisa dilakukan sendiri, sehingga merasa perlu merangkul berbagai pihak untuk berkolaborasi dan berpartisipasi dalam mengatasi persoalan sampah di negara kita.

Gerakan Bijak Berplastik adalah Gerakan ini merefleksikan komitmen Danone-AQUA untuk mengumpulkan dan mendaur ulang sampah plastik, membangun kesadaran dan mengajak partisipasi publik untuk ikut bertanggung jawab pada sampah plastik, serta menerapkan kemasan yang dapat 100% didaur ulang pada tahun 2025. Gerakan Bijak Berplastik berisi 3 komitmen penting yakni sebagai berikut.

1. Peningkatan Pengumpulan Sampah Plastik

2. Mengedukasi Daur Ulang Sampah Plastik

3. Mempercepat Inovasi Kemasan Plastik

3 komitmen Danone dalam #bijakberplastik
3 komitmen Danone dalam #bijakberplastik

Hal ini ditandai pula dengan adanya deklarasi pemasangan icon 3 komitmen yang dilakukan oleh Danone bersama 15 Perusahaan/organisasi yang juga mendukung deklarasi #bijakberplastik yang diprakarsai oleh Danone.

Selain deklarasi, juga ada dialog hangat terkait #bijakberplastik yang diisi oleh beragam pihak yang mewakili tiap elemen masyarakat. Dialog bersama Karyanto Wibowo (Direktur Pembangunan Berkelanjutan Danone Indonesia), Ujang Solihin Sidiq (Kepala Subdit Barang dan Kemasan KLHK), Nanik Hendriyati Anugerahadi (Asisten Deputi Bidang Pendayagunaan IPTEK Maritim Kemenko Kemaritiman RI), Enri Damanhuri (Ahli Sampah ITB), Nadine Candrawinata (Penggiat Lingkungan).

Menurut Prof Enri, sampah plastik yang bisa bertambah valuenya hanya 20persen dari 100 persen sampah yang terkumpulkan setiap tahunnya. Hal ini disebabkan masyarakat Kita belum tahu bagaimana pengolahan sampah masing masing. Tidak adanya pemilahan sebelum dibuang. Bahkan banyak sampah yang tidak berakhir di TPA.

Padahal menurut Ibu Nanik Hendriyati. Sampah harusnya dapat menjadi resource. Seperti di Labuan Bajo. 3.5 ton sampah plastik dapat dibuat sebagai campuran aspal untuk jalan sepanjang 1 km.

Sedangkan dari sisi pemerintah sendiri, dapat mengeluarkan regulasi kebijakan terkait penggunaan plastik. Seperti yang disampaikan oleh Bapak Ujang Sholihin Sidiq. Ketika kebijakan plastik di Supermarket tidak gratis. Ternyata dapat menekan penggunaan kantong plastik hingga 55 persen.

Dari sisi Perusahaan. Contohnya Danone. Menurut bapak Karyanto Wibowo. Danone telah melakukan banyak terobosan terkait bijak berplastik. Selain program instalasi daur ulang bekas kemasan plastik danone, yang membuktikan bahwa semua kemasan produk danone dapat di daur ulang. Danone sekarang juga memiliki teknologi untuk merancang kemasan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Nadine Chandrawinata perwakilan publik figur mengajak masyarakat lebih peduli lingkungan melalui yayasan pecinta lingkungan yang dikelolanya.

Nah bagaimana dengan Kita sebagai konsumen? Apa yang bisa Kita lakukan supaya mendukung #bijakberplastik untuk kehidupan anak cucu Kita di Masa yang akan datang.

Konsumen Cerdas Bijak Berplastik

1. Hal yang paling utama yang harus dilakukan sebagai konsumen adalah tidak membuang sampah sembarangan.

2. Memilah sampah terlebih dahulu berdasarkan prinsip 3R. Reuse, Reduce, Recycle.

3. Beli produk dalam kemasan yang lebih besar. Apalagi yang bisa isi ulang. Selain lebih hemat, juga mengurangi penggunaan kemasan plastik.

4. Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Dengan membawa plastik yang bisa dipakai berulang kali. Contoh bawa kantong belanja saat berbelanja. Membawa mangkuk/tumbler sendiri saat membeli Makanan/minuman. Minum langsung dari pinggiran gelas, tidak perlu memakai straw/sedotan.

5. Kreatif memanfaatkan sampah plastik. Seperti yang dilakukan beberapa bank sampah yang mengelola plastik menjadi barang daur ulang.

Sebenarnya masih banyak lagi ide yang bisa dituliskan disini. Namun yang paling sederhana. Adalah 5 Hal diatas. Walau terkesan sederhana. Namun bila semis konsumen di Indonesia turut membantu melakukannya. Insyaaallah akan berdampak positif terhadap proses penanggulangan sampah plastik di Indonesia.  Kalau bukan Kita siapa lagi yang peduli ? So kamu siap bijak berplastik juga kah?. Sharring dunk apa saja yang bisa kamu lakukan untuk mendukung Gerakan #bijakberplastik ini.

2 Comments

  1. dipisahkan?
    sayangnya kebiasaan masyarakat juga tidak dapat dipisahkan dari rasa malas..

    sampah ya sampah, tidak pedulu apapun itu..

  2. Nah kalo kaya gini aja semua masyarakat pasti alam jadi indah, sungai indah halaman rumah juga rapi hehe 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *