Namanya Astini, dipanggil Nini. Beliau adalah adik kandung bapakku. Dulu semasa hidup beliau adalah seorang Dosen di sebuah kampus Negeri. Seharusnya pekerjaan sebagai seorang Dosen sudah lebih dari cukup untuk mengusahakan Naik Haji. Sayangnya semasa beliau hidup, bersama Tanteku yang lain. Membesarkan 7 orang keponakan yatimnya. Termasuk aku. Kami semua diberi pendidikan yang layak. Di sekolahkan sampai sekolah tinggi. Diberi makan dan pakaian yang bagus. Hingga setelah semua dewasa, Tante baru bisa menabung. Terakhir tabungannya sudah di angka 80 jutaan. Karena mengejar haji khusus atau onh plus mengingat usia saat itu tidak memungkinkan ikut haji regular. Innalillahi wa innailaihi rojiun. Belum sempat mendaftar ke agenRead More →

Siapa yang menyangka bahwa ikan Asin itu adalah sebuah bukti kejayaan Indonesia?. Menurutku hanya orang orang yang jeli dan mencintai negara ini. Apa pasal? Sebab ternyata Ikan Asin sudah mendunia. Namun di Indonesia sendiri Ikan Asin masih jadi warga nomor 2. Buktinya, makan ikan Asin identik dengan tanggal tua. Penyuka Ikan Asin biasanya adalah bapak ibu kelahiran baby boomer dan Generasi Y. Walau kadang sudah dilarang dokter makan ikan Asin every day, karena tekanan darah tinggi. Tetap saja ikan Asin adalah favorit. Tahu nggak sih, ikan Asin itu konon sudah ada sejak jaman kerajaan kerajaan. Bahkan ikan Asin tertulis banyak di prasasti sejak Abad keRead More →

“Dari dulu begitulah cinta, deritanya Tak pernah berakhir ” teman teman pasti pernah dengar kan kalimat diatas tadi? Yuph itu adalah perkataan chipatkai dari film sun go Kong. Lantas apakah benar cinta itu membuat derita?. Menurutku sih tergantung arah pemikiranmu. Cinta itu seharusnya membawa kebahagiaan. Kesenangan, suka cita bagi yang merasakannya. Tidak usah jauh jauh. Coba lambungkan pikiran Kita ke kenangan saat naksir seseorang. Rasanya happy banget kan? Berbunga bunga, nggak pernah merasa lapar. Hihihihi. Kalau ini sih versiku. Sebenarnya cinta itu apa sih? Tiap orang aku yakin punya definisi sendiri. Kalau menurut Om William Shakespeare adalah ini ” Love is heavy and light, brightRead More →

” Kakak, mobilan tayonya dibagi adek donk. Itukan Amma beli 2. Untuk Kakak satu, untuk Adek satu”  pintaku pada Hafidz (4 y) melalui Video Call.  Yuph beberapa waktu lalu Ibunya yang merupakan adik kandungku menceritakan bahwa kakak adik ini kerap bertengkar. Pasalnya karena berebutan mainan, makanan dan aneka mobil mobilan lainnya.   Begitulah kalau punya anak dua-duanya laki laki.  Sang Kakak memang sedikit lebih egois dari si Adek.  Dan adek pun walau kecil, tidak pernah mau mengalah.  Setiap apapun yang kakak pegang. Pasti Adek mau. ” Pusing” Begitulah komentar Ibu mereka.  Ibupun curhat, jadi tidak konsentrasi melakukan kerjaan rumah. Karena sebentar sebentar harus melerai kedua kakakRead More →

” Salahkah sebagai seorang ibu, nggak rela kalau anaknya dibully dan dipukuli oleh teman temannya” tanya temanku mbak Nadia (sebut saja begitu). Saat beliau menceritakan kisah L anaknya yang berusia 10 tahun. L dibully karena menolak diajak pindah tarawih ke masjid lain yang lebih jauh. Cuma karena hal sepele seperti itu, L disepikan dan ramai ramai dipukuli temannya. Walau sekedar memukul menggunakan peci. Untunglah peristiwa itu dipergoki sang adik perempuan L, yang lantas buru buru melaporkan hal ini kepada Ibu mereka. Mbak Nadia sang Ibu pun murka. Apalagi anak anak tadi berdalih hanya bercanda. Di rumah L pun bilang pada Ibunya, minta izin tetap mauRead More →