Kedelai Pangan Super food Sehat untuk Cemilan

“Wah ibu beratnya sekian kg” dokter anestesi yang menanganiku ngomel. “Harusnya ini diinfokan kalau ternyata pasiennya Obesitas” lanjutnya lagi. Sumpah aku antara pengen marah sama cemas. Bagaimana tidak, saat itu aku sedang terbaring di ruang operasi untuk melakukan kuret, setelah keguguran. Belum hilang rasa sedihku karena kehilangan calon anak pertama. Ditambah pula diomeli oleh Dokter anestesinya. Padahal yang harusnya diomeli perawatnya. Kenapa ga info ke dokternya ye Kan?.

“Ibu, Saya bius lokal saja ya, soalnya beresiko” jelas dokter itu lagi. Ditambah lagi penjelasan berikutnya yang benar benar bikin khawatir. Bahkan tekanan darahku yang biasanya normal. Naik jadi 170/90. Aku cuma berharap segera di anestesi supaya tidak mendengar suara si dokter anestesi lagi.

Memang sih salahku kenapa punya berat badan di atas normal. Obesitas memang awal dari penyakit. Jadi nggak ada tuh istilahnya nggak papa gemuk yang penting sehat. Tapi untuk menurunkan berat badan tentu saja bukan hal yang mudah. Harus tahu dulu penyebab obesitasnya.

Kebetulan Hari rabu yang lalu, 25 April 2018. Aku ikut diskusi santai tentang ” Peranan Kedelai dalam pencegahan Obesitas” di The Hook Resto bersama beberapa teman blogger dan media. Sebagai narasumber menghadirkan Prof Made Astawan seorang ahli kedelai dari IPB. Serta Ibu Evi dari PT Otsuka Jaya Indah.

Dari paparan Awal Prof Made Astawan, Ada dua tipe bentuk obesitas berdasarkan sebaran lemaknya. Yang pertama adalah type android dan yang kedua type genoid. Dua jenis ini yang banyak terjadi pada penduduk Indonesia. Dimana permasalahan utama obesitas terjadi karena Terlalu banyak kalori yang masuk tapi sedikit sekali kalori yang keluar. Sehingga banyak sumber kalori yang tidak digunakan tubuh dan menjadi simpanan lemak di badan.

Diskusi " Kedelai sebagai bahan pangan pencegahan Obesitas"
Diskusi ” Kedelai sebagai bahan pangan pencegahan Obesitas”

Aku pribadi selain memang doyan ngemil. Juga kurang gerak. Walau makan utama tidak terlalu banyak tapi nyemilnya itu banyak banget. Diantaranya adalah gorengan. Duh obesitas itu berat, kamu nggak akan kuat.  Apalagi berdasarkan laporan WHO tahun 2014, 65% penduduk dunia menderita obesitas dan memiliki risiko kematian lebih tinggi daripada penderita kurang gizi. Obesitas adalah induk dari penyakit karena dapat menjadi pencetus penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, radang sendi, cancer dll

Apakah Kamu sudah terkena obesitas atau belum caranya dengan mengecek parameter  Indeks Masa tubuh (IMT). Jik kurang dari 18 berarti kurus, kalau  lebih dari 27, duh maaf deh kamu juga kayak aku. Berarti obesistas. Hiks!

Kembali ke Type Android atau bentuk apel. Lemak terkonsentrasi ke area tubuh bagian atas seperti dada, pundak, leher, perut dan muka. Dikatakan tipe android karena pada obesitas ini tubuh akan menyerupai bentuk dari buah apel. Kondisi ini biasanya terjadi pada pria dan atau wanita yang sudah menopause.

Tipe ini memiliki potensi resiko yang lebih tinggi terhadap penyakit yang berhubung dengan metabolisme lemak dan glukosa. Karena timbunan lemak yang terjadi merupakan lemak jenuh. Meskipun begitu, kabar baiknya pada obesitas tipe android akan lebih mudah untuk menurunkan berat badan.

Type yang kedua adalah type genoid. Dimana penumpukan lemaknya tersebar ke area bagian bawah, seperti perut, pinggul, paha dan pantat. Karena lemak yang menumpuk adalah lemak tak jenuh, tipe obesitas ini relatif lebih aman dibanding tipe sebelumnya. Namun pada tipe ini lemak sulit dibakar, sehingga untuk menurunkan berat badan akan lebih sulit.

Setelah melihat kedua type itu, kalau permasalahannya sama sepertiku. Berarti selain menjaga pola makan, berolahraga juga berupaya dengan mengganti cemilan. Seperti yang Kita ketahui cemilan di Indonesia ini mayoritas terbuat dari tepung, digoreng dan harus Krispy.

Padahal untuk mengurangi obesitas ataupun mencegah obesitas. Kita bisa mulai dengan makan Makanan yang rendah Glikemik indexnya. Kenapa harus memilih yang kadar GI nya rendah? Alasannya adalah Makanan dengan Low GI lebih lama dicerna tubuh sehingga memberi efek kenyang lebih lama. Salah Satu Makanan yang mempunyai kadar GI rendah adalah Kedelai.

Kedelai merupakan salah satu bahan pangan yang sudah sangat familiar bagi Bangsa Indonesia, olahannya yang terkenal adalah Tempe, tahu dan kecap.  Kedelai merupakan Makanan yang bisa disebut sebagai Makanan super food. Karena kandungan yang sangat bermanfaat di dalamnya. Baik kandungan Gizi dan non Gizi.

Kandungan Kedelai yang bisa Kita manfaatkan antara lain adalah :

1. Isoflavon

kelompok antioksidan dan zat anti peradangan, sehingga sangat berguna untuk membantu menjaga kesehatan tubuh, mencegah penuaan Dini.

2. Kandungan Gizi pada kedelai

Kacang kedelai juga kaya vitamin (vitamin A, E, K dan beberapa jenis vitamin B) dan mineral (K, Fe, Zn dan P).

3. kandungan Serat Pangan

Serat pangan ini bersifat tidak bisa dicerna oleh lambung. Sehingga setelaj dimakan akan didorong hingga ke usus besar. Tentu saja ini akan membantu kontraksi otot perut sehingga mencegah sembelit.

4. Rasanya enak dan bisa dikreasikan

Olahan kedelai tidak hanya enak berbentuk Tempe bacem ataupun tahu sumedang. Ada lagi cemilan Manis yang ternyata terbuat dari kacang kedelai ini. Cemilan ini cocok sekali untuk penyuka penganan Manis.

Soyjoy dengan manfaat kedelai sebagai superfood
Soyjoy dengan manfaat kedelai sebagai superfood

Salah Satu bentuk kreasi dari olahan kedelai adalah Soyjoy. Penganan yang terbuat dari olahan kedelai ini memiliki rasa yang lezat dan juga manfaat dari kedelai.

Menurut mbak Evi, Soyjoy ini dapat dijadikan pengganti snack/cemilan.  Selain mendapat manfaat isoflavon yg terkandung dalam Soyjoy. Juga terbukti mengkonsumsi Soyjoy sebelum jam makan utama dapat mengurangi jumlah makan utama, karena efek dari Low GI yang membuat perut terasa kenyang lebih lama.

IMG_20180425_103732

Aku suka sekali Varian SoyJoy crispy yang rasanya gurih. Ada crispy taste nya yang membuat penggemar gorengan, keripik, kerupuk sepertiku merasa nyaman mengkonsumsi soyjoy crispy ini. Ada efek kriuknya juga loh. Selain itu kandungan isoflavonnya cukup tinggi yakni sebesar 19m