Halodoc, Tanyakan Saja langsung Pola Asuh Gizi Anak pada Ahlinya

Umar dengan makanannya
Umar dengan makanannya

Pipi gembilnya bergerak naik turun seirama dengan usahanya mengunyah Makanan. Kedua tangannya pun penuh kiri dan kanan menggenggam kudapan. Itu lah Umar, bayi laki laki berusia13 bulan yang doyan sekali makan. Kalau ada mobilan dan cemilan di hadapannya. Umar lebih memilih cemilan. Yuph Umar termasuk bayi yang gampang sekali diberi makan. Apa saja mau, termasuk sayur dan buah. Umar tidak picky eater seperti kakaknya. Sehingga badan Umar lebih tinggi dan berisi dibanding anak seusianya.

Aih tapi kadang-kala Bundanya tetap merasa galau. Apakah pola asuh gizi Umar sudah tepat? Apakah nantinya kebiasaan “mudah makan” ini tidak membuahkan hal hal negatif di saat dewasa. Seperti obesitas misalnya?. Sekilas harusnya senang ya, karena anak mudah sekali makan. Tetapi sebagai Bunda yang baik tetap harus cari tahu wawasan tentang pengasuhan anak termasuk kebiasaan makan.

Untungnya ada Amma Fika yang selalu siap siaga kalau disuruh cari ilmu. Amma belum jadi Bunda, sebab keguguran tahun lalu. Amma Fika masih bebas hilir mudik kemana saja. Termasuk ke acaranya Momblogger community bersama Halodoc. Seneng deh ih dibolehin datang. Memang Amma fika belum punya anak. Tapi keponakan Amma itu ada 8 orang semuanya berusia 0-5 tahun. Bunda dan mommy mereka belum sempat ikut acara seperti ini, karena masih repot sama bayi dan balita.

Seperti apa sih informasi yang Amma dapat kemarin itu? Amma bakal share juga selain untuk para mommy adiknya Amma dirumah. Juga buat seluruh Bunda yang mampir dan baca blog Amma Fika.

Talkshow bersama dr. Herlina, Sp. A
Talkshow bersama dr. Herlina, Sp. A

5 kesalahan Pola Asuh Gizi Pada Anak. Inilah tema yang dibawakan oleh Dokter Cantik bernama Herlina yang merupakan seorang dokter Spesialis Anak. Bahkan salah seorang teman yang ikut hadir merupakan salah satu bunda yang sering konsultasi mengenai tumbuh kembang anak ke Dokter Herlina. Apa saja sih yang disampaikan oleh Bu dokter yang siang itu mengenakan dress berwarna hitam. Simak yuk ceritanya berikut ini.

“Banyak orang tua masa kini yang sering kali salah persepsi mengenai pola asuh gizi anak” ujar bu Dokter. Saking banyaknya informasi, seringkali orang tua malah bingung mau menerapkan yang mana ke anaknya. Jadilah banyak yang melakukan hal hal yg tidak seharusnya, sehingga penyerapan nutrisi pada anak menjadi tidak optimal.

Padahal, nutrisi di 5 tahun pertama, apalagi di 1000 Hari pertama kehidupan merupakan hal yang amat sangat penting. Kita sebagai orang tua jangan sampai menyepelekan urusan makan di Usia ini. Karena perkembangan organ penting dan pertumbuhan otak Harus optimal di 1000 Hari pertama kehidupan. Juga saat usia pra sekolah.

Sedikitnya Ada 5 kesalahan Pola Asuh Gizi yang sering para orang tua lakukan. Hal ini sebagian besar didapat oleh Dokter Herlina dari pengalamannya sebagai dokter Spesialis Anak.

1. Memaksa Anak untuk Makan

Amma Fika sangat sepakat dengan apa yang disampaikan bu Dokter. Saat anak enggan makan, sebaiknya tidak dipaksa untuk makan. Karena akan menyebabkan anak merasa makan itu terpaksa dan bisa jadi membenci kegiatan makan. Anak anak harus diperlakukan secara lembut dan dibujuk setelah beberapa waktu. Kita juga harus mengajarkan moment lapar, moment kenyang dan kenapa manusia harus makan.

Untuk anak anak yang mudah sekali makan seperti Umar. Kontrol ada pada Ibu. Memilihkan makanan yang akan dikonsumsi oleh Anak yang mudah makan seperti Umar.

2. MPASI SEBELUM 6 BULAN

Tanteku seorang Dosen Gizi di sebuah kampus Negeri. Pernah cerita sering menemukan bayi dibawah 6 bulan sudah diberi tambahan Makanan. Entah bubur, pure pisang, ikan yang dihaluskan Dan lain lain. Alasan supaya bayi lebih kenyang.

Bahkan Ada yang mengaku memberi bayinya Epal (dibaca apel) supaya terlihat keren. Huuuft padahal usia dibawah 6 bulan itu pencernaannya masih belum sempurna. Makanya banyak bayi yang mengalami perut kembung atau pun konstipasi, penyebabnya Karena pemberian MPASI Sebelum waktunya.

3. Makanan Tidak Sesuai Usia

Terkadang orang tua merasa keren kalau anak anaknya makan makanan yang ngetrend. Sebut saja fried chicken, dan aneka Makanan olahan seperti sosis, Makanan kalengan dll.

Alasannya karena anak balitanya suka. Ya wajar suka karena diperkenalkan toh. Padahal junk food dan aneka makanan olahan itu terlalu banyak natrium/sodiumnya. Data penelitian menyebutkan bahwa sekitar 70persen dari asupan natrium berasal dari Makanan olahan. Selain itu Indera pengecap anak dan orang dewasa tentu saja berbeda. Begitupun kebutuhan garam mineralnya.

Makanan orang dewasa kadang ditambahkan lebih banyak sodium agar terasa lebih enak. Sedangkan untuk anak, terlalu banyak sodium
Bisa menyebabkan tubuh menahan cairan lebih banyak dari yang diperlukan. Hal ini menyebabkan peningkatan tekanan darah, yang kemudian meningkatkan risiko kerusakan ginjal, dan masalah kesehatan serius lainnya.

Selain Natrium yang seringkali kebobolan juga adalah konsumsi gula yang berlebihan pada anak. Sebut saja pemberian jus yang berlebihan. Selain membuat anak tidak lapar pada waktu makan, gula lebih yang terkandung dalam jus juga wajib dikhawatirkan.

Sebaiknya cemilan/makanan yang dianjurkan untuk anak anak adalah yang nutrisinya seimbang, Ada buah buahan, sayur-mayur, protein, gandum utuh dan produk susu.

4. Pemakaian DOT terlalu lama

Banyak anak anak yang mengalami perubahan struktur pada rahang, efek dari menggunakan botol dot terlalu lama. Selain rahang atas jadi lebih making dari rahang bawah, penggunaan dot terlalu lama juga mengakibatkan infeksi mulut dan tersedak.

5. Banyak Makanan Manis

Ini juga salah satu fenomena kesalahan yang paling banyak terjadi di Indonesia. Selain kebiasaan keluarga yang hobi mengkonsumsi makanan manis. Penggunaan Susu Kental Manis sebagai minuman susu untuk balita juga mengkhawatirkan. Fungsi SKM sebenarnya hanya untuk topping. Sayangnya di masyarakat Kita banyak memberikan susu kental manis sebagai minuman. Parahnya lagi masih ditambah dengan gula pasir.

Nah dari kelima kesalahan diatas Bunda Bunda melakukan yang mana saja? Cukup jawab dalam hati saja ya, hihihi. Yang penting ke depannya Kita harus bijaksana dan berhati hati dalam urusan pola asuh gizi anak. Kalau membutuhkan saran professional. Sebagai orang tua nggak ada salahnya untuk konsultasi ke Dokter Spesialis anak.

Tidak Ada waktu atau terlalu sibuk bukan alasan untuk tidak bisa konsultasi pada ahli tumbuh kembang anak. Apalagi sekarang banyak hoax ataupun informasi yang kurang tepat yang bertebaran di dunia sosial media. Agar bisa tetap menyaring informasi yang benar tentang pola asuh gizi anak. bantuan Aplikasi Halodoc bisa jadi salah satu solusi tepat guna. Kenapa bisa begitu? Alasannya adalah seperti berikut ini.

Halodoc adalah sebuah aplikasi medis yang sangat lengkap pelayanannya dari hulu ke hilir. Tidak sekedar menjalankan fungsi kuratif atau penyembuhan, di aplikasi halodoc juga tersedia laman konsultasi dengan berbagai dokter Spesialis yang bisa diakses melalui voice call, video call dan chat. Sehingga orang tua yang sibuk tidak perlu repot cuti sekedar mendatangi rumah sakit untuk konsultasi ke dokter.

Fitur konsultasi ke Dokter dari Halodoc
Fitur konsultasi ke Dokter dari Halodoc

Menarik sekali bukan, bagaimana Cara mengakses dan menggunakan Layanan yang disediakan halodoc?

1. Download Aplikasi Halodoc melalui appstore atau Google Play

2. Ada 3 Layanan utama yang disediakan oleh halodoc. Yakni :

A. Konsultasi langsung dengan dokter. Baik dokter anak,  dokter umum, internis hingga Spesialis Mata, yang bisa dilakukan online 24 jam.  Layanan in bisa diakses tidak hanya oleh pengguna Jabodetabek saja, tetapi bisa juga untuk pengguna seluruh Indonesia, selama jaringan internet dan signalnya lancar. Untuk melakukan voice call, video call ataupun chat. Biaya konsultasi dokter mulai dari 35.000 dan sekarang sedang Ada promo free konsultasi loh.

B. Pharmacy delivery, fitur layanan apotik antar 24 jam yang bebas biaya pengantaran. Kalau Bunda butuh obat malam hari, dan para Bapak sedang Dinas/tidak Ada dirumah. tidak perlu panik/khawatir. Pakai saja aplikasi halodoc untuk membeli obat.

C. Layanan Pengecekan Laboratorium.

Untuk Layanan ini, Halodoc bekerjasama sama dengan Prodia yang memungkinkan phlebotomist (Petugas Lab) Until datang kerumah Kita. So kalau sedang sakit dan perlu cek darah ataupun urine, tidak usah repot datang ke lab/RS. Cukup pakai aplikasi halodoc. Untuk sementara Layanan ini baru dapat dimanfaatkan oleh Pengguna di Jakarta Pusat dan Selatan. Semoga kedepannya Layanan Lab Halodoc semakin luas ya Bunda.

3 Layanan Utama Halodoc
3 Layanan Utama Halodoc

Nah, semoga setelah berkenalan Dan menggunakan Layanan Halodoc. Nggak ada lagi Bunda yang galau tentang pola asuh gizi anak.  Nggak ada lagi kesalahan Pola Asuh gizi yang tidak disengaja dilakukan karena tidak tahu. Tinggal buka aplikasi Halodoc, konsultasi ke dokter di aplikasi Halodoc, dengarkan saran dan arahan dari #KatadokterHalodoc

Yess, Amma Fika juga happy banget setelah mendengar penjelasan dokter Herlina dan mbak Blessy Desima Retta Manager Offline Marketing Halodoc di Talkshow 5 Kesalahan Pola Asuh Gizi pada Anak dalam Rangka Peringatan ulang tahun kedua Halodoc.

” Melalui Kampanye #KataDokterHalodoc, kami ingin menyampaikan pesan #SehatLebihMudah karena Ibu bisa mendapatkan Akses Layanan kesehatan yang tepat sasaran kepada anak-anaknya” Ujar Blessy saat menutup acara.

E-Flyer Event
E-Flyer Event

5 Comments

  1. SID juga berasa jadi ponakan Amma Fika. Hehe.
    Urusan maksa makan aku pernah. Haduh, pusing kan kalau anak ga mau makan nasi. Tapi makin dipaksa ya makin menolak.

  2. Semakin mudah mendapatkan informasi ttg kesehatan apalagi bisa konsultasi lsg dengan dokter sblm berangkat ke rmh sakit

  3. Baru buka postnya udah galfok sama Umar. Gemesiin..

    Terobosan berbasis apps ini menjadi solusi masyarakat yg membutuhkan info seputar kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *