Simposium Diabetes 2017, Diabetes Induk Penyakit

Diabetes adalah Induk Penyakit, Ujar Ibu Nila M. Moeloek Mentri Kesehatan Indonesia di Simposium Diabetes 2017.  Namun bila kuingat tentu saja hal ini benar sekali.  Merujuk dari penyakit yang dialami oleh Almarhumah ibu kami.  Ibuku meninggal karena serangan jantung.  Namun awal mulanya karena sakit diabetes yang beliau idap.  Kemudian menyebar menjadi katarak di indera penglihatan, gagal ginjal stadium lima yang mengharuskan beliau cuci darah 2 x per pekan.

Simposium Diabetes 2017
Simposium Diabetes 2017

Jadi memang betul sekali bahwasanya Diabetes adalah Induk Penyakit. Karena tidak dipungkiri penyakit ini akan melebarkan bahkan menyebabkan penyakit jenis lain. Dengan tema Diabetes dan Wanita. Simposium Diabetes 2017 ini membahas banyak sekali tema, mulai dari tentang diabetes itu sendiri, pencegahan, langkah pemerintah dalam mengurangi penderita penyakit. Termasuk juga paparan tentang BPJS.

Simposium Diabetes ini diadakan tanggal 29 November 2017 bertempat di Ballroom Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan.  Sebanyak 600 peserta yang berasal dari kalangan kesehatan, praktisi, akademisi dan juga 30 orang blogger kesehatan, memenuhi dan ikut hadir dalam acara yang diadakan sejak pagi hingga menjelang magrib.  Acara ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Diabetes seDunia.

IMG_20171129_104655

Seperti yang disampaikan OIeh dr Lily S. Sulistyowati MM. Industrialisasim Globalisasi dan kemajuan teknologi, selain membawa banyak dampak positif juga memberikan dampak negatif.  Banyaknya kemudahan teknologi bukan hanya membantu meringankan tugas manusia, namun juga membuat banyak orang malas bergerak dan kurang waktu berolahraga.  Belum lagi makanan yang kurang sehat (fastfood) dan kurang serat sayuran dan buah.

Nah asupan gula garam lemak yang tidak terkontrol inilah yang bisa menyebabkan 3 jenis penyakit yang saling terkait satu sama lain. Gula berlebih bisa menyebabkan diabetes melitus, Garam berlebih bisa menyebabkan hipertensi, dan lemak berlebih bisa menyebabkan obesitas.  Ketiga penyakit ini pun bisa saling terkait. Dimana penyakit diabetes juga bisa menyebabkan hipertensi yang berujung gagal ginjal seperti yang dialami ibu saya.  Atau obesitas yang bisa menyebabkan diabetes dan hipertensi.

Sayangnya di Indonesia ini ditemukan 3 masalah penting mengenai diabetes ini. Yang pertama rendahnya kesadaran masyarakat terkait penyakit diabetes ini. Kedua ketidak seimbangan layanan kesehatan,  akibat populasi penderita diabetes yang menyebar tidak rata,  serta kurangnya tenaga dokter spesialis diabetes.

Yang ketiga adalah kurangnya sumber daya dalam sistem kesehatan masyarakat,  dan yang ke empat rendahnya jumlah masyarakata yang mengkonsumsi insulin sebagai bagian dari pengobatan.

Apa saja sih faktor risiko penyebaran penyakit tidak menular yang harus diperbaiki? Diketahui 80% Penyakit tidak menular disebabkan oleh perilaku yang tidak sehat. 26.1% penduduk kurang aktivitas fisik.  93.5% penduduk usia diatas 10 tahun kurang mengkonsumsi buah dan sauur,  36.3 % penduduk usia 15 tahun je atas merokok, dan ada sebanyak 1.9% merupakan perempuan diatas usia 10 tahun.  Serta 4.6 persen penduduk di atas usia 10 tahun sudah mengkonsumsi alkohol.

Sehingga diharapkan hal ini memacu semangat kita bersama untuk menargetkan di tahun 2030 terjadi penurunan sepertiga kematian dini karena penyakit tidak menular (PTM).

Penyakit diabetes ini sebenarnya dapat ditekan efeknya dengan melakukan screening dini ke posbindu/faskes.  Atau dengan melakukan Cerdik,  cek kesehatan secara rutin,  enyahkan asap rokok,  rajin aktivitas fisik,  diet seimbang,  istirahat yang cukup dan kelola stress.

Berhubung saat ini ada lebih dari 199 juta wanita hidup dengan diabetes dan diproyeksikan akan meningkat menjadi 313 juta pada tahun 2040. Dan dimana fakta lain adalah diabetes merupakan penyebab utama kematian no 9 pada wanita yang menyebabkan 2.1 juta kematiab setiap tahunnya. Maka sebagai ibu di setiap rumah tangga.  Kita harus lebih jeli dalam mengurus makanan yang dikonsumsi oleh keluarga,  sekaligus aktif untuk menscreening diri dan anggota keluarga dengan cara rutin cek kesehatan di faskes terdekat.

Semoga dengan adanya informasi ini,  kita dapat mencegah hal hal buruk yang terjadi karena penyakit tidak menular, sekaligus membantu pemerintah dengan menscreening dari awal dapat mengetahui kondisi kesehatan keluarga dari awal pula,  sehingga dapat segera ditangani kondisi yang terjadi.  Semoga tulisan ini bermanfaat.

9 Comments

  1. PTM penyebabnya perilaku hidup yang tidak sehat. Seperti aku nih yang jarang amaknnsayur dan malas olahraga. Thanks infonya Kaka.

  2. Diabetes merupakan ibu dari Penyakit Tidak Menular. Diabetes tdk dpt diobati tp dapat dikendalikan. Salah satu cara pengendalian diabetes adalah dengan program GERMAS.

  3. Duuuhhh jauh jauh deh ya ama yang namanya diabetes… Kalau udah kena diabetes ya udah deh tuh gampang banget merembet kemana mana…

  4. Diabetes masih jadi musuh bersama ya. Yuk kurangi makanan manis, banyak minum air putih. SID belum pernah makan permen, akunya juga sih jaraaaang banget karena mau memberi contoh ke anak.

  5. Diabetes memang mengerikan dan nggak bisa sembuh juga ya. Serem deh.

  6. Akupun was was nih krn punya riwayat keturunan diabetes. Pola makan sehat juga masih susah sekali menerapkannya

  7. Memang semua yang berlebih nggak baik ya Mba. Abang aku juga terkena diabetes, makanya pola makannya harus dijaga banged dan aku perhatika si Abang juga sudah mulai menjalani hidup CERDIK.

    Tfs Mba Fika

  8. Almarhum bapakku dulu juga mengidap diabetes, dan meninggalnya beliau kalau ga salah juga karena terkena serangan jantung akibat diabetesnya itu. Sekarang yg bisa saya lakukan ya..berusaha untuk menerapkan pola hidup sehat dgn konsumsi sayur dan buah juga beraktifitas rutin.

  9. Ibu mertuaku juga terkena Diabetes, kasian sekali kalau pas gula darahnya naik pasti lemes banget bawaannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *