Menguap Terlalu Lebar Ternyata Berbahaya

” Suster Ambil handuk” Perintah dokter wanita paruh baya yang berkacamata itu mengagetkanku. Apalagi setelah itu seorang suster tergopoh gopoh mengambil sebuah handuk dari dalam lemari. Salahku sendiri, tidak fokus mengamati proses tambal gigi suamiku yang sekarang sedang ditekan tekan rahang bawahnya oleh bu dokter. Dari tadi Aku main hape terus sih.

“Pak, jangan dilawan, dilemaskan pipinya. ” ujar bu dokter lagi, aih aku makin gagal paham. Pandanganku beralih ke suster, dan berharap beliau mengerti arti tatapan mataku. ” Mulut bapaknya nggak bisa nutup mbak” Suster sepertinya paham arti kerlingan mataku. Walau aku tambah kaget, nggak bisa nutup?. Memangnya kenapa?. Namun kuputuskan memberi dukungan pada suami yang masih ditekan tekan rahangnya oleh bu dokter. Syukurlah beberapa menit kemudian, mulut suamiku bisa bergerak menutup kembali.

Informasi dari bu Dokter menjelaskan segalanya. ” Cairan sendi di rahang bapak Fachrie sudah menipis bu, jadi kalau terbuka terlalu lebar, bisa kesulitan untuk kembali ke posisi semula”

Walah. ” Kenapa bisa begitu ya dok” tanyaku penasaran. Penyebabnya beragam bu, mengunyah dengan hanya satu sisi, kemudian menguap atau tertawa terbahak bahak terlalu lebar dan lain lain, nah gerakan yang terlalu ekstrim seperti itu mendorong sendi tadi terlepas dari soketnya sehingga sulit untuk membuka atau menutup” ujar bu dokter sembari menggerakkan tangannya membuat contoh sendi dan tempatnya.

Aku mengangguk seolah mengerti, walau aku merasa sedikit heran, karena suamiku seorang yg pendiam, dia jarang senyum apalagi tertawa lebar. Kira kira penyebabnya apa ya?. Setelah dikonfirmasi ke suami, rupanya beliau sering menguap terlalu lebar, dan mengunyah makanan di satu sisi saja, karena di sisi lain gigi gerahamnya sudah rusak dan habis.

Akhirnya karena penasaran, mulailah aku berselancar di beberapa situs situs kesehatan. Rupanya keadaan diatas itu disebut dengan Temporomandibular (TMJ) yakni gangguan yang terjadi pada sendi TMJ, yang merupakan hubungan antara rahang bawah dengan tulang kepala bagian temporal, dimana merupakan sendi yang berfungsi pada saat pergerakan membuka dan menutup mulut.  Dapat menimbulkan gejala pada saat membuka mulut lebar, mengunyah, menguap dan lain lain.

Kebetulan suamiku sudah merongent rahangnya, karena itu bu Dokter sudah memperkirakan gejala TMJ ini. Saran beliau untuk mengurangi gejalan ini adalah tidak makan makanan yang keras, usahakan mengunyah makanan bergantian tidak hanya sebelah sisi saja, tidak membuka mulut saat tertawa dan menguap terlalu lebar, memberi kompres hangat pada daerah yang sakit, tidak sering menopang dagu dengan tangan. Dan selalu menginfokan ke dokter gigi, bahwasanya ada indikasi tmj agar saat tindakan dokter tidak menginstruksikan membuka mulut terlalu lebar.

Dari hasil berselancar pula, didapatkan informasi bahwa TMJ ini dapat diderita oleh remaja hingga orang tua. Walau tidak mengabitkan sakit yang serius, gejala TMJ ini bisa menyebabkan sakit kepala loh, dan cukup gawat juga bila sampai tidak bisa menutup mulut atau tidak bisa membuka mulut selamanya. Karena itu guys seperti pesan Rasulullah, hendaknya menutup mulut saat menguap, dan jangan tertawa terbahak bahak.

17 Comments

  1. Teman aku pernah kaya gini juga dan antara ngakak dan sedih. Intinya sih memang ketawa terbahak-bahak tidak baik dan mengunyah alias makan banyak juga nggak baik.

  2. Wah, kayanya cuma gitu tp ternyata buka mulut lebar2 itu enggak baik. Lagian kalau ketawa ngakak banget dengernya jg gak nyaman sih

  3. Dulu pas pasang behel, pernah ditegur dokter kena ngunyah selalu sebelah kanan,katanya mesti gantian, ternyata efeknya begini yah

  4. Waduh mba.. Tidak membuka mulut saat tertawa itu yg sulit. Kalo menguap sih okelah di usahakan. Cm kalo tertawa kan perkara ekspresi. Kayanya susah..wkwkwk.. Kebiasaan ngakak ya gini deh..serem juga efeknya ya

  5. Rasulullah, hendaknya menutup mulut saat menguap, dan jangan tertawa terbahak bahak.

    nasihat yang indah dan pasti selalu ada akibat kenapa dilarang ya Mba

  6. Hmm baru tahu bisa seperti itu ya ternyata, jadi memang sebaiknya ditutup saat menguap dan tak berlebihan. Semoga selalu diberi kesehatan untuk suami dan keluarga ya mbak

  7. hahaha, aku jadi teringat dulu aku pernah menguap gede terus rahangku sakit banget. dalam ajaran Islam sendiri kita disuruh menutup mulut saat menguap. tapi ada kenikmatan tersendiri juga ya waktu menguap besar-besar gitu terus pakai bunyi2an juga

  8. Temenku pernah nguap terlalu lebar lalu tulang rahangnya bergeser dan ngga bisa ngatup lalu harus ke dokter spesialis bedah untuk ngegeser tulangnya. serem juga kan yaaaak

  9. Alhamdulillah, saya bisa mendapat ilmu baru membaca tulisan Mbak Fika. Saya juga seringnya mengunyah di satu sisi. Lain kali saya usahakan untuk mengunyah bergantian. Ngeri juga kalau rahang gak bisa ditutup.

  10. Bener nih…, Bahakan ada yang dulu nguap terlalu lebar… Ga bisa balik lagi..terus ditampar temannya..
    Aduh antara nolong tapi miris..caranya..sakit tapi ngucapin terimakasih

  11. Hah?
    Gigi gerahamku sebelah kiri bolong jadi aku ngunyah pake gigi kanan.
    Jadi pengen periksa deh.
    Makasih infonya ya mbaa

  12. Mbak Fikaaaaa…. maaf, aku kok ya malah ketawa mbak postinganmu, mbayangin nggak bisa nutup mulut. duuuh… ketawa terbahak-bahak dan menguap terlalu lebar ternyata bisa nimbulin penyakit yaaaak. eh ngunyah di satu sisi doang ini aku juga ngelakuinnya loh -_-

  13. Serius?!! Serem juga ya mbak. Aku sering loh menguap lebar-lebar dengan ikhlas begitu *pegang-pegang rahang*. Mulai sekarang menguapnya harus dikontrol nih.

  14. hehehheee…ia sih, jangan kelebaran bukanya, kalau kelebaran kan lihatnya juga ga anggun hehehee

    tertawa manja-manja aja 😀
    nguapnya juga kita tahan aja

  15. ngeri juga ya mba Fika, kadang emang nguap itu susah banget untuk ditahan dan refleks buka mulut lebar-lebar kalo lagi nguap, harus lebih hati-hati lagi nih

  16. Waah…informasi baru buat aku, mba Fika.
    Selama ini aku kalo tertawa (apalagi pas lucu banget) suka over siih..

    Jazzakillahu khoiron katsiron yaa, mba…diingatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *