Prof Nutri Turut Meningkatkan Pemahaman Pedoman Ibu di Indonesia dalam Atasi Diare Anak

Aku yakin, sebagai ibu kita sudah familiar banget sama yang namanya DIARE. Saking seringnya itu penyakit muncul di keluarga kita, baik menjangkiti anak anak kita, maupun orang dewasa. Awalnya aku pikir diare itu penyakit biasa saja, yang nggak perlu penanganan khusus, ya semacam penyakit tidak elit, yang biasanya muncul karena kurang memperhatikan kebersihan lingkungan dan kebersihan makan. orang awam mengidentikan dengan sakit perut dan mencret, pokoknya diare itu ada sakit perut dan mencretnya.

Tapi itu dulu kok, sebelum aku dapat pencerahan dari Prof Nutri. Diare itu ternyata berbahaya bagi tumbuh kembang dan status gizi anak, apabila tidak ditangani dengan baik. Bahkan bisa mengancam kematian juga. Nah loh serem amat. Tapi tenang dengan penanganan yang baik, Diare dan segala macam dampak buruknya bisa dikondisikan dan diobati. Nah di paragrap berikut ini akan aku jelaskan informasi berharga yang aku dapatkan di acara nutri talk kampanye #IndonesiaMerdekaDiare, yuk simak dengan baik ya moms.

KAMPANYE INDONESIA MERDEKA DIARE

Moms, tanggal 22 Agustus 2017 yang lalu aku diundang dalam acara diskusi nutritalk tentang kampanye Indonesia merdeka diare. Acara ini diselenggarakan oleh Nutricia Sarihusada bertempat di resto Kembang Goela Jakarta Selatan. Sekilas mengenai Nutricia Sarihusada merupakan bagian dari Danone Nutricia Early Life Nutrition, sebuah perusahaan nutrisi yang tersebar di beberapa negara di dunia dengan lebih dari 100 tahun pengalaman menyediakan nutrisi terbaik bagi buah hati.  Nutricia Sarihusada juga secara aktif berinteraksi dan bermitra dengan para praktisi kesehatan, penggiat gizi, pengambil kebijakan dan pihak terkait lainnya untuk memberikan edukasi yang diperlukan untuk mewujudkan generasi Indonesia yang sehat di masa kini dan masa datang. Ketemu dong ya benang merahnya, acara kemarin itu salah satu bagian dari kepedulian Nutricia Sarihusada terhadap kesehatan generasi masa depan Indonesia. Melalui interaksi aktifnya baik di dunia nyata maupun melalui social media, Nutricia Sarihusada senantiasa mensupport kegiatan maupun sharring informasi mengenai kesehatan dan dunia anak. Salah satunya dengan diluncurkannya Prof. Nutri. Video berisi informasi bermanfaat sesuai dengan pedoman penanganan diare. Isinya terdiri dari beberapa hal penting, yang dikemas dalam video animasi menarik yang mudah dicerna oleh pikiran emak emak rempong kayak kita ini. Diantaranya mengenai dampak diare.

Bukti kehadiran saya di acara #indonesiamerdekadiare
Bukti kehadiran saya di acara #indonesiamerdekadiare

DIARE dan Dampaknya Pada Anak

Seperti yang disampaikan oleh Dr. Ariani Dewi Widodo Sp.A(K) pada acara nutritalk kemarin.  Diare adalah kondisi yang ditandai dengan encernya tinja yang dikeluarkan dengan frekuensi BAB yang lebih sering dari biasanya. Secara garis besar Diare dibedakan menjadi 2 jenis yakni diare kronis dan diare akut. Diare akut banyak disebabkan oleh infeksi virus, bakteri dann parasit. Sedangkan pada diare kronis banyak disebabkan oleh infeksi parasit, malabsorpsi seperti intoleransi laksota, radang usus, iskemia usus dll. Memang diare bila dialami oleh orang dewasa biasanya terasa ringan dan tidak berbahaya, tetapi hal ini menjadi berpotensi berbahaya bila terjadi pada anak anak. Bahkan menurut data RISKESDAS tahun 2013 disebutkan bahwa 1 dari 7 anak Indonesia mengalami diare. Bahkan dalam satu tahun anak Indonesia rata-rata mengalami diare 2 hingga 6 kali. Karena anak anak seringkali mengalami diare, para orang tua terkadang menjadi sedikit lalai dalam penanganan penyakit ini, mengentengkan dengan hanya mendiamkan tanpa diberi obat, atau bahkan sekedar diberi minum yang banyak.  Padahal diare tidak bisa dianggap sepele. Berikut beberapa bahaya yang bisa muncul disebabkan oleh diare.

1.  Dehidrasi dan Kekurangan gizi.

Dehidrasi dapat terjadi saat cairan yang masuk sedikit, sedangkan cairan yang keluar lebih banyak. Hal ini bertambah parah bila anak juga lemas tidak bernafsu makan dan minum.

2. Intoleransi Laktosa

Pada saat diare terutama yang disebabkan Rotavirus, terjadi kerusakan jonjot usus, sehingga produksi beberapa enzim di jonjot usus yang berguna untuk proses pencernaan nutrisi, di antaranya enzim laktase, akan berkurang. Enzim laktase berguna untuk mencerna gula alami (laktosa) yang terdapat pada susu. Laktosa yang tidak tercerna akhirnya tidak dapat diserap sehingga menyebabkan diare semakin berat, kembung, dan tinja yang berbau asam. Kondisi ini disebut sebagai intoleransi laktosa.

3. Gangguan Tumbuh Kembang Anak

Berdasarkan Jurnal Moore et al. Int J Epidemial 2001;30: 1457 -64 , disebuktan bahwa anak yang mengalami diare beresiko lebih pendek 3,6 cm ketika berusia 7 tahun dibandingkan teman seumurnya dan memiliki IQ lebih rendah.

IMG_20170822_142301

Nah moms nggak mau kan anak anak kita nanti seperti itu, apalagi kebiasaan ibu ibu seperti kita ketika anak terkena diare kita cuma sibuk mengganti cairan yang keluar, tanpa memperhatikan asupan nutrisi anak.  Sebelum membahas langkah dan penanganan yang tepat mengenai hal ini. Yuk nonton dulu video Prof Nutri Bareng aku.

VIDEO PROF NUTRI

1. Video pertama tentang Waspada Diare

2. Video kedua tentang Kenali Diare

3. Video ketiga tentang Tipe Diare

4. Video ke empat tentang Hal Penting Hadapi Diare

Keempat Video  Prof Nutri tersebut merupakan bagian dari kampanye #IndonesiaMerdekaDiare,  sengaja dibuat dan diunggah oleh Nutricia Sarihusada agar dapat diakses oleh banyak  ibu di Indonesia.  Seperti yang dipaparkan oleh Nabhila Chairunissa, Brand Manager Digestive Care Sari Husada, menyatakan bahwa Nutricia Sarihusada melalui kampanye Indonesia Merdeka Diare adalah langkah nyata komitmen perusahaan terhadap nutrisi untuk bangsa agar anak Indonesia dapat menjadi anak generasi maju. Kami berharap melalui kampanye edukasi ini akan membuat banyak ibu yang semakin mengerti penanganan tepat diare pada anak.

Nah ini penanganan diare yang disarankan oleh Nutrisia Sarihusada.

Untuk itu ada beberapa hal yang dapat ibu lakukan untuk mengatasi diare pada anak yaitu:

1).Untuk anak yang masih mendapat ASI. Teruskan pemberiannya karena ASI adalah yang terbaik

2). Cegah dehidrasi dengan larutan oralit.

3). Konsultasikan ke tenaga medis

4).Jaga kebersihan tubuh dan lingkungan si kecil.

5). Pada beberapa keadaan, nutrisi bebas laktosa diberikan atas rekomendasi dokter.

Tambahan dari Dr. Ariani Dewi Widodo Sp.A(K).“Apabila anak tidak mau makan dan minum, orangtua perlu mengusahakan asupan bernutrisi yang mudah diterima oleh anak. ASI dan cairan rehidrasi oral (oralit) adalah yang utama selain tambahan zinc. Selain itu, asupan nutrisi yang baik dapat mempercepat pemulihan fungsi usus normal, termasuk kemampuan untuk mencerna dan menyerap makanan yang masuk, serta memberikan energi untuk mempercepat proses pemulihan.

Bagaimana mom, sudah nggak galau lagi ya kan, kalau anak anak Diare. Biar lebih yakin, moms juga bisa menfollow akun social media Nutricia Sarihusada.  Di akun Sosmed tersebut banyak sekali informasi tentang tumbuh kembang anak yang dibagikan secara free, dari pakar kesehatan anak dibidangnya. Berikut adalah akun sosial media Nutricia Sarihusada

FB : Nutrisi Untuk Bangsa
Twitter : @nutrisi_bangsa
Instagram : @nutrisibangsa

Semoga kedepannya anak anak kita senantiasa sehat dan tumbuh berkembang dengan optimal, semoga yang saya bagikan hari ini bermanfaat untuk kita semua.  Sebagai orang tua yang baik dan melek teknologi yuk turut serta menginformasikan Kampanye Indonesia Merdeka Diare ini ke orang orang terdekat kita. Supaya informasi diatas juga dapat mencerahkan semua orang  dan Indonesia benar benar bebas dari Diare.  Terima Kasih

32 Comments

  1. Sejak kemarin penasaran liat Prof Nutri di FB NUB ternyata dia menyebarkan informasi penting soal diare. Semoga dengan adanya prof nutri Indonesia segera merdeka dari Diare

  2. Diare terlihat biasa tapi berbahaya. Kita aja yg diare mules nauzubila . Apalagi ternyadi sama anak anak. Cepat berobat deh daripada nyawa taruhan nya

  3. Diare ini termasuk penyakit yang sering terjadi di Indonesia. Efek lingkungan yang kurang bersih juga ya. Eh kalau bayi apa boleh diberi oralit?

  4. Wah videonya banyak. Info yang penting nih. Dulu anakku sering diare karena salah minum susu formula.

  5. Videonya membantu banget buat ibu-ibu muda maupun akuh. Kedua anakku pernah mengalami diare dua-duanya pada masa balitanya. Duh pusing, bingung tapi kudu segera menari solusinya yak. Salah satunya tetap memberikan cairan, pokoknya jangan sampai dehidrasi

  6. Betul banget diare itu harus menjadi concern utama juga buat anak. Karena anak bebas berkreasi dan bermain sehingga belum paham area higienist disekitarnya.

  7. Diare ini keliatannya sederhana, padahal kalau sampai dehidrasi ya bahaya, nyawa bisa melayang. Yang harus diwaspadai memang jangan sampai dehidrasi, jadi harus keep hydrated

  8. KAlau anak udah terkena diare memang kasihan banget. Apalagi kalau sampai parah. Anak saya pernah mengalaminya. Jadi gak tega lihatnya

  9. Diare oh diare.. selalu nelongso rasanya klo anak diare. krn biasanya langsung bikin bocah lemes dan berat badan menurun, pdhl buat naikin bb anak kan gak gampang. huhu. makanya klo pas anakku diare pasti maunya buru2 diatasi. makasih artikelnya ya bun fika, lengkap kap kap kap infonya

  10. Saya paling khawatir kalau anak diare, makanya langsung penanganan cepat dengan kasih zinc. Zinc selalu tersedia di rumah.
    Dan yang paling horor efek buruk dari diare adalah mengganggu tumbuh kembang anak. Duh amit-amit dah 🙁

  11. Pas banget nih bacaannya buat saya, bbrp hr lalu anak saya baru keluar rs opname krn diare, dehidrasi dia. Emang bukan hal sepele

  12. Ternyata diare bisa bikin anak lebih pendek dari teman sebayanya dan IQ-nya lebih rendah ya? Ada tuh teman sekelasku juga tubuhnya lebih pendek dari yang lain, belajarnya juga suka kesulitan, dan sering banget absen masuk kelas karena diare. Ternyata diare gak seremeh itu. 🙁

  13. Efek diare bisa sampe segitunya ya mbak. Aku jadi ingat adek dulu pernah kena diare, agak parah sih. Kasihan lihatnya, waktu itu kalau ga salah setelah diberi oralit ibu bawa ke bidan. Bolehlah nanti aku kunjungan ke akunnya Nutricia Sarihusada

  14. Info yang bermanfaat sekali, saya jadi tahu bagaimana penanganan Diare pada anak kecil

  15. Agak ribet yah, kalau anak-anak diare. Apalagi bila usianya 6 tahunan ke bawah, pasti bakaln capek banget ngerawatnya. Udah gitu, kalau udah sakit badannya juga makin kurus. Semoga anak-anak Indonesia bisa lebih sehat dan bahagia serta bebas diare

  16. Diare ini kesannya sepele padahal bahaya ya. Terima kasih ilmu ya, Fik.
    Suami aku sampai sekarang asal stres pasti diare, dan berakhir sampai dehidrasi.
    Aku juga sama, diare lebih karena psikologi seringnya.

  17. Oalah, Prof. Nutri itu ternyata karakter resmi dari Nutricia ya. Setelah menonton video sang prof benar2 tercerahkan. Beneran deh. Terima kasih prof, eh kakanya juga karena bantu ikut publikasi. hhe

  18. Diare, buat orang dewasa walau dianggap nggak berbahaya tapi ya tetep aja nyiksa banget pas lagi mengalaminya.

    apalagi kalau buat anak-anak ya, orang tua musti waspada kalau anaknya diare.

  19. Eh iya looh mba Fika, aku pun termasuk orangtua yang menganggap remeh diare. Karena menurut aku yang penting anaknya banyak istirahat karena biasanya gampangnya aku bilang, anaknya kecapekan beraktivitas.

    Terus penanganannya selain dikasih asupan bergizi juga dipijet di bagian belakang dari mulai punggung sampai kaki.

    Ternyata diare bisa sampai ke kematian yaa…

  20. Diare walaupun sering disepelekan padahal bahaya juga, kerasa banget kalo lagi diare rasanya sakit dan lemes, biasanya minum oralit banyak2. Info seperti ini harus disebarluaskan apalagi untuk parenting, dikemas dalam video menarik yang nggak bikin bosen juga 😀

  21. Diare itu memang gak mengenakkan ya mbk. Jangankan anak-anak, kalau orang tua yang mengalami juga bikin menyiksa. Berkali-kali bolak-balik kamar mandi. Kalau anak-anak yg diare kasihan kan. Makanya diare hrs segera diatasi.

  22. Diare emang penyakit yg sering menyerang anak-anak ya. Bisa krn kebersihan yg kurang terjaga atau mungkin krn alergi. Kudu dicari penyebabnya secara cermat.

    Iya mbak, kalau diare yg penting dijaga anaknya jgn sampai dehidrasi gtu TFS

  23. Doohh… Nggak banget kalo lagi diare. Mager, nggak mood dan lemes banget. Campaignnya bagus nih. Semoga bisa terbebas dari diare. 😊

  24. Dulu, saya termasuk yang memiliki anggapan, kalau diare itu penyakit biasa, gak terlalu serius. Karena hanya sakit sekitar perut.
    Tapi sejak sahabat kehilangan bayinya karena diare, saya jadi waspada dengan penyakit ini. Jadi lebih memberi perhatian untuk menanganinya.

  25. Bahaya banget nih kalo si anak kena diare dari kecil. . Kita harus benar benar perhatikan kesehatan anak dan diawal klo si anak masih ASI setuju banget harus di suppport ASI terus biar kekebalan tubuhnya meningkat

  26. jangankan anak-anak, orang dewasa kalau kena diare juga kasian banget. semoga kesadaran masyarakat akan pentingnya mencegah diare terus meningat ya

  27. Diare memang berbahaya orang yg terkena diare bisa kehabisan cairan dan lemas. Pencegahan pertama dgn menjaga kebersihan dan jg memilih makanan yg sehat untuk dkonsumsi.
    Video nya bisa jdi referensi buat masyarakat yg masih awam masalah bahaya diare

  28. Ngeri juga ya kalau diare bisa bikin anak lebih pendek dan iq lebih rendah.

    Kalau Alma diare aku sih cape, cape ribet bulak balik toilet buat cebokin. Hahaha. Aku follow ah akun sosmed nya biar dapat info tumbuh kembang anak lebih banyak.

    1. Author

      aduh alma terlalu cantik untuk terkena diare..semoga alma sehat selalu ya teh

  29. Alhamdullilah sih selama ini anak2 di rumah ga pernah diare, saya sangat konsen kalau soal makanan . Tidak boleh telat makan dan harus banyak minum. Yang utama buah -buahan harus dikonsumsi tiap hari.

    1. Author

      alhamdulillah mama yang perhatian ya emang begini seharusnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *