Bukan Keluarga Cemara 

 

LOH, iya bener saya teh bukan berasal dari keluarga cemara. Anggota keluarga kami bukan terdiri dari Abah, Emak, teh Euis, Ara dan Agil. Tapi ada Ayuk Cha yang baik hati namun sedikit garang, dengan ke 4 adiknya. Juga ada ibu yang cantik. Bapaknya kemana? Bapak saya sudah meninggal 17 tahun yang lalu. Dan foto saya wisuda saat ini, adalah foto keluarga kami untuk pertama kalinya.

Sedih kalau cerita tentang keluarga, kami bukanlah keluarga istimewa macam keluarga cemara atau yang kaya macam keluarga cendana. Kami hanya keluarga sederhana, yang bisa makan dengan nikmat dan tidur dengan nyenyak pun sudah cukup. Apalagi kalau bisa umroh bareng, lalu plesiran ke Luar Negeri tiap tahun. Jiaaaaaaaaa

Foto ini diambil saat kami semua masih kurus, sekarang semua sudah menggendut, cuma ibu yang makin kurus karena mengalami gagal ginjal kronis stadium 5. Semua sudah berkeluarga kecuali adik saya yang bungsu, karena masih menyelesaikan kuliahnya di jurusan Pertambangan. Namanya Bayu. Ada yang berminat?

Ibu saya sudah punya 3 orang cucu dari  adik saya. Sedangkan saya dan suami masih harus bersabar karena hingga kini belum juga dikaruniahi buah hati. Semoga bulan depan sudah ada ya, aminkan dunk pembaca. Makasih.

Bagi saya keluarga adalah tempat yang menerima kita apa adanya, tempat kita menetap tanpa menggunakan topeng. tempat kita menunjukkan diri kita apa adanya. Tempat saya pulang setelah lelah berolahraga di taman kota, dengan tanpa rasa bersalah menjinjing beberapa kantong cemilan yang diniatkan untuk disantap selesai berolahraga. Hahahaha

Sudah ya cukup begini saja perkenalan tentang keluarga. Sumpah saya khawatir terkenal bila cerita lebih banyak lagi. Ini sekedar pra syarat mengikuti arisan blogger malabar, yang mana tema pilihan member lainnya adalah “aku dan keluarga”.  Kalau ingin mengunjungi blog peserta arisan blogger malabar lainnya bisa juga ke sini ya.

note : tulisan ini dibuat seminggu sebelum ibu meninggal, sekarang beliau sudah almarhumah, dan fix kami yatim piatu.

10 Comments

  1. Aamiin Ya Robbal Allamiinn…. Semoga tahun depan mba ficha atau yuk cha juga menyusul untuk dapet momongan ya…. Lucu juga ceritanya mba ficha. Hihihihi…..

  2. Setuju bngt …seburuk2 ny saudara tetep tempat kita akhirnya berkumpul dan berbagi aplg jk sdh tak ada ortu.

  3. Aih sedih dengan kalimat,sekarang kami yatim piatu.Merasakan bagaimana berat ditinggal orang tua,insya Allah kita pun akan menyusul ya mak.

    1. Author

      iya mak, setiap yang hidup akan mati. tinggal nunggu giliran masing masing saja

  4. keluarga tempatnya gak akan terganti ya mbak , terutama ibu dan bapak kita, meski telah tiada tapi semua ilmu yang diajarkan ke kita pasti terkenang selalu . salam untuk bayu ya mbak .. #eeaaaa hahahahhaa

    Alfateha untuk ibunya mbak fika…

  5. Setuju banget. Keluarga adalah tempat kita bisa jadi diri sendiri. Meski terkadang keluarga tidak selaku cocok. Tapi hanya keluargalah yang akan menerima kita dan mendukung kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *