Ternyata Makanan Rumahan Bisa jadi Pencetus Penyakit Pembunuh no 1 di Indonesia

Saya orang Palembang,  setiap hari hobi sekali makan pempek.  Baik yang direbus maupun yang digoreng.  Makanya saya kaget sekali ketika tahu makanan rumahan terutama gorengan bisa jadi penyebab penyakit berbahaya dan bahkan mengancam kehidupan.  Ya ampun serem banget yak.  

Untungnya saya ikutan Simposium Sunco,  bertema Makanan Rumahan,  the Silent Killer. Pada tanggal 25 Januari 2017 bertempat di Graha RSPP lantai 12.00. Acara yang dimulai setelah santap siang bersama,  diisi oleh para ahli kesehatan yang kompeten di bidangnya,  juga ada Christian Sugiono loh,  brand ambasadornya minyak Goreng Sunco. 

Para audience yang disapa dengan sebutan sahabat baik sunco,  kebanyakan para ibu rumah tangga yang masih muda,  dinamis dan suka masakan praktis.  Tentu saja lauk yang digoreng memang lebih memudahkan sekaligus menggiurkan.  Namun siapa sangka dari proses memasak yang kurang tepat, juga penggunaan minyak goreng yang kurang bijak bisa mencetuskan penyakit tidak menular yang mengancam nyawa. Berikut beberapa bahasan penting yang disampaikan saat acara simposium berlangsung. 

Penyakit Tidak Menular 

Beberapa dekade yang lalu,  penyakit pembunuh no satu di Indonesia adalah ISPA,  TBC dan penyakit menular lainnya.  Namun sekarang penyakit pembunuh no satu di Indonesia adalah penyakit tidak menular seperti cancer,  diabetes,  hipertensi,  jantung dll.  Seperti yang disampaikan oleh dr Tirta Prawita Sari M.Sc.  Sp.  GK. Penyakit tersebut salah satunya dipicu oleh konsumsi lemak berlebih. Sehingga menyebabkan menumpuknya kolesterol maupun lemak dalam darah yang bisa menyebabkan obesitas,  hipertensi,  stroke dan penyakit degeneratif lainnya.  Selain konsumsi minyak berlebih, penggunaan minyak goreng berulang kali juga berbahaya karena bisa memicu timbulnya zat karsinogenik yang dapat menyebabkan cancer. 

Bertepatan dengan acara ini,  Sunco sebagai brand minyak goreng berkepentingan untuk mengedukasi para sahabat baik Sunco,  bagaimana tips memilih dan menggunakan minyak goreng.  Agar dapat meminimalisir lemak dan minyak goreng berlebih yang masuk ke dalam tubuh.  Dalam acara ini pembuktian minyak Sunco sebagai minyak goreng baik yang #dikitnempel di makanan dilakukan dengan tes organolaptik dan juga cooking demo yang dibawakan oleh chef Nanda Hamdalah.  

Tips Memilih #MinyakGorengBaik

1. Pilihlah minyak goreng yang berwarna jernih.  Perubahan warna pada minyak goreng adalah salah satu tanda minyak mulai mengalami kerusakan/oksidasi. Semakin jernih minyak,  makin tinggi titik didihnya,  sehingga tidak mudah hangus. 

2. Pilih minyak goreng yang encer dan menyerupai karakteristik air,  sehingga minyak goreng yang lebih encer membuat minyak yang menempel di makanan menjadi lebih sedikit alias #dikitnempel sehingga semakin sedikit pula minyak yang akan dikonsumsi

3. Pilih minyak yang tidak mudah beku, hal ini membuktikan kandungan lemak jenuh yang lebih sedikit.  

4. Bila penasaran ibu bisa mencoba tes organolaptik dengan mencicip minyak goreng kurang lebih 1 sendok.  Minyak yang baik adalah yang tidak meninggalkan rasa serik di tenggorokan, rasanya seperti air,  tidak ada rasa apapun. 

Tes organoleptik juga dilakukan oleh Christian Soegiono bersama 3 Sahabat Baik Sunco lainnya.  Masing masing mencicipi satu sendok minyak sunco secara langsung.  Testimoni yang disampaikan hampir semuanya bilang minyak Sunco mengalir seperti air dan tidak meninggalkan rasa serik ditenggorokan.  

Chef Nanda bahkan membuat mayonaise dari minyak goreng Sunco,  padahal jenis minyak sawit biasanya tidak bisa dijadikan mayonaise karena sering kali tidak mau mencampur dengan bahan lainnya.  Sedangkan pembuktian #dikitnempel di makanan,  dilakukan dengan menggoreng tempura dengan Sunco #minyakgorengbaik,  hasilnya gorengan memang lebih kering,  renyah dan sedikit minyak yang menempel di gorengan walaupun tidak ditiriskan.  

Nah gimana?  Sudah pada tahu kan sekarang,  bagaimana meminimalisir resiko penyakit degeneratif dengan memilih pola masak yang tepat.  Selain rajin berolah raga,  makan makanan bergizi dan seimbang,  mengurangi lemak yang masuk melalui minyak goreng yang menempel di makanan pun dapat kita lakukan.  Semoga semakin banyak ibu rumah tangga yang paham dan telah mendapat informasi yang jelas untuk memilih kesehatan keluarga terlebih dahulu,  daripada harga promo minyak murah.  Lebih baik mencegah daripada mengobati,  dan untuk informasi resep sehat yang praktis dan lezat,  ibu ibu bisa mengunjungi resep sehat Sunco dan yuk sekalian jadi sahabat baik Sunco dengan join di fanspage Sunco

Ah lanjut goreng pempek lagi aaaaaah.  Sekarang sudah tahu tips and tricknya,  biar minyak #dikitnempel di makanan.  Makan pempek jalan terus dong ah

19 Comments

  1. Waahhhh semakin banyak info2 menarik tentang kesehatan, semakin kita tau ya bahayanya hal yg sama sekali tidak kita sangka, termasuk info tentang minyak ini, Alhamdulillah untung saya dr dulu pakenya sunco. Makasih infonya mba ficha….

  2. Awalnya saya fikir, membawakan bekal sudah paling sehat ternyata, kita juga harus memperhatikan cara pengolahanya ya, harus cermat mengunakan minyak goreng

  3. Kata siapa lebih baik makanan rumahan biar sehat ya? Kenyataannya kalo ga pakai bahan yang sehat, termasuk salah minyak goreng malah bisa jadi penyakit yang membahayakan.

  4. Sunco harganya pun di atas minyak2 lainnya. Andai sunco harganya bisa minimal sama (ya beda 100-200 rupiah nggak apa) hihihi..

    Tapi memang dibanding minyak lain, sunco lbh jernih..

  5. Memang makanan itu sumber dari segala penyakit terutama makanan gorengan. Dengan sunco semua bahaya bisa dikurangi. Pilihan ibu untuk keluarga sehat. Sedaaaappp

  6. Bener pola makan memang jadi pemicu penyakit sekarang, mari mengaturnya dengan bijak. Semoga diberikan kesehatan oleh Allah..

  7. Ternyata penggunaan minyak goreng juga berpengaruh kepada kesehatan kita ya…
    Kayaknya besok saya beralih ke Sunco aja, deh 🙂 supaya sehaat…

  8. Oh begitu ya. Penggunaan minyak goreng di rumah memang tak dapat disangkal adalah sebuah keharusan. Tinggal pilih jenis yg lebih sehat saja.

  9. tergantung bisnis rumahannya nih.
    nnggak bisa sembarang ngejudge bisnis rumahan jadi silent killer juga mbak 🙁
    kasian nanti yg pny bisnis rumahan padahal udah dengan giat dan bersusah payah melakukan hal positif dan hati2.

  10. oo jadi buat ngetes kandungan lemak jenuhnya dimasukkan freezer ya mbak? TFS infonya

  11. Bener banget ayu fika. Kalo dulu penyakit menular yang menyebabkan banyak org indonesia yang meninggal, skrg penyakit degeneratif akibat pola hidup yang tidak sehat

  12. Aku tau kalo milih minyak goreng mestinya yang jernih, tapi baru tau alasannya dari sini hahaha ternyata karena makin jernih makin tinggi titik didihnya dan gak mudah gosong toh hem. Aku pencinta gorengan garis keras nih, tapi kalo abis beli di abang-abang suka langsung batuk berkepanjangan. Mestinya bikin sendiri dan pilih bahan-bahan sendiri sih ya biar aman.

  13. Duh iya Mbak.. Maknana jahat ada di sekitar kita…
    Sip nanti aku mau pake Sunco juga ah buat goreng..
    Serem aja sama penyakit mengerikan akibat lemak di minyak goreng..

  14. Kalau tahan sih makanan berminyak diminimize. Tapi krn faktanya cukup sulit, pilih menu yg bervariasi cara masaknya. Dan perbanyak buah dan sayur. Minimal jeruk nipis peras+air hangat tiap mengawali hari. 🙂
    Minyak bgmnpun perlu sih, cuma jangan berlebih. Apalagi yg diulang ulang ya, Ka? Hehe

  15. Pola makan bener – bener harus dijaga ya Mbak. Duh saya penggemar gorengan harus lebih waspada menjaga pola makanan nih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *