Doodling Art Di Atas Daluang

Gambar diatas adalah contoh doodle di atas daluang.  Doodle artinya Mencoret. Sebutan untuk teknik menggambar dengan mencoret coret kertas secara freehand (gambar yang dibuat secara spontan). Wah kalau gitu zaman sekolah dulu aku sering banget tuh,  mengisi buku tulis di halaman belakang dengan orat-oret gambar yang spontan. Daluang sendiri adalah sebutan untuk kain kulit kayu di pulau Jawa, karena kain kulit kayu memiliki beberapa sebutan berbeda di pulau lain.  Seperti Tapa dan Fuya.

Fuya merupakan sebutan kain kulit kayu di Sulawesi Tengah.  Proses pembuatan kulit kayu hingga menjadi kain  dan berkembang menjadi pakaian,  dimulai sejak kedatangan bangsa Austronesia yang sekitar 6.800 tahun yang lalu dari China Selatan.  Mereja membawa peralatan dan benih pohon Saeh yang merupakan bahan dasar pembuatan kain kulit kayu. Itulah mengapa batu ike (alat pembuatan kain kulit kayu)  di Sulteng ada persamaan dengan yang digunakan di Taiwan.

 Di Jawa nama Fuya kurang dikenal,  disini lebih dikenal dengan nama Daluwang. Hanya saja penggunaan kain kulit kayu sebagai baju di Jawa masih sedikit sekali. Kebanyakan digunakan sebagai media tulisan atau druwang (kertas). Naskah kuno di Pulau Jawa banyak ditulis diatas daluwang.

Tapa merupakan sebutan kain kulit kayu di seluruh dunia,  terutama di Hawai dan Mexico.  Istilah Tapa diperkenalkan oleh pelaut Marcopolo.  Teman pembaca bisa mengunjungi Kriya Indonesia untuk informasi yang lebih spesifik mengenai kain kulit kayu. 

Contoh gambar diatas adalah hasil doodleku yakni Pengantin Palembang. Kece ya?  itu hasil ikut workshop membuat doodle di atas daluang, bersama Kriya Indonesia dan Kartini Blue Bird (Program CSRnya Bluebird untuk pemberdayaan perempuan,  info lebih lengkap baca disini).  Ini workshop doodle yang pertama kalinya saya ikuti.

Bertempat di Museum Tekstil Indonesia, pagi hari di tanggal 1 Desember 2016. Saya bersama 39 peserta lainnya diajari mendoodle oleh Mbak Tanti Amelia.   Mbak Tanti ini adalah seorang ilustrator,  dan juga seorang blogger dan admin dari group Kumpulan Emak Blogger. Ternyata menggambar dan mewarnai itu menyenangkan,  bahkan disinyalir bisa mengurangi stress dan menyegarkan pikiran.

Acara workshop ini resmi di buka oleh bapak Usmayadi selaku asisten deputi bidang budaya DKI Jakarta.  Juga sebelumnya ada beberapa sambutan dari perwakilan Museum Tekstil Indonesia,  ibu Hesti Utami dan perwakilan Kartini Blue Bird Indonesia,  Ibu Nova. Penyerahan plakat kenang kenangan untuk para penggiat penelitian Kain kulit kayu juga di lakukan di akhir acara pembukaan.  Salah satunya untuk Professor Sakamoto,  peneliti dari Jepang yang meneliti tentang kain kulit kayu di Indonesia sejak beberapa bulan lalu.

Usai acara pembukaan,  workshop pun digelar.  Kebetulan saya satu meja dengan kedua teman.  Setiap meja sudah dibekali alat dan bahan.  Yuk simak proses doodling kami kemarin.

Siapkan Bahan dan Alat 

Alat yang digunakan dalam proses doodling tentu saja kertas gambar dan alat tulis seperti pencil atau pulpen.  Untuk sarana kertas,  kami menggunakan kertas gambar terlebih dahulu,  untuk melemaskan jari jemari sebelum memulai menggambar di daluwang.

 

Proses Doodling Art

Gambar doodle bisa apa saja,  boleh manusia,  hewan, tanaman,  bahkan apa saja sesuai keinginan, Ujar Instruktur Workshop Tanti Amelia.  Namun pada workshop kali ini karena bertempat di museum tekstil,  maka kami diajari doodling icon museum yakni ondel ondel dari betawi.

Membuat gambar di atas kertas gambar

Setengah dari peserta adalah orang yang awam dalam doodling art.  Untuk melemaskan tangan,  kami mulai menggambar di kertas gambar.  Mengingat daluang cukup mahal harganya.  Sebelum menggambar di atas daluang,  harus latihan dahulu di kertas gambar

Menggambar diatas daluang

Nah proses ini harus hati hati,  karena daluang cukup berharga, dan proses pembuatannya pun cukup panjang.  Kami harus hati hati dalam membuat gambar tersebut.  Ya minimal jangan sampai sobek.

Mewarnai doodle di atas Daluwang

Ini yang paling sulit menurutku,  karena itu kami menggunakan cat acrylic tanpa air.  Agar warna asli dari kain kulit kayunya terlihat jelas,  saya sengaja tidak memberi warna latar di gambar.  Jadi garis garis serat halus dari daluwang menambah eksotis doodle yang saya buat. Setelah di warnai,  keringkan dahulu baru kemudian dimasukkan kedalam bingkai.

 

Workshop doodling art ini merupakan rangkaian dari acara pameran beaten bark di Museum Tekstil November lalu.  Bahkan saya sempat mengikuti workshop membuat dompet menggunakan kain kulit kayu.  Selain workshop,  kamu juga bisa mengunjungi museum tekstil untuk melihat dan mempelajari warisan budaya nenek moyang kita.  Banyak sekali pakaian,  tas,  naskah kuno yang terbuat dari kain kulit kayu di galeri museum tekstil.  Beberapa diantaranya bisa dilihat digambar berikut.

 

Senangnya bisa ikut dan belajar di workshop doodling art bersama Kartini blue bird dan Kriya Indonesia.  Selain menambah wawasan,  hasil workshop boleh dibawah pulang dan dipajang dirumah masing masing. Saya juga memenangkan best live gram selama workshop sehingga beruntung mendapat hadiah voucher dari Kartini Bluebird Indonesia.  Alhamdulillah bahagia sekali.  Kriya Indonesia,  Kartini Bluebird terima kasih banyak ya,  semoga saya bisa ikut lagi di lain kesempatan.

52 Comments

  1. Saya merasa tidak punya sense seni dalam menggambar tapi merasa punya dibagian mewarnai, hehe. Tapi sebenarnya suka seni, tapi merasa tangan ini kaku ._. (yasudahlah).

    Ngeces deh lihat foto-fotonya, itu pasti seru banget! Menyalurkan stres lewat menggambar dan mewarnai boleh juga nih…..biar ga youtube-an terus >.<

    1. Author

      Nah sayangnya kemarin kita hanya pakai warna warna dasar. .. Jadi deh. . warnanya ga terlalu banyak variannya. .

  2. Dodling juga dinilai bisa bkn kita nggak mudah stress. Pengen belajar deh hehehe
    Seru yahh ini mbak

    1. Seru banget. . tapi saya juga lebih suka mewarnai sih dibanding menggambar. .

  3. Aku gambar biasa di kertas aja gak terlalu bagus apalagi nyoba di daluwang ya….

    Bagus acaranya, bisa bantu melestarikan budaya banget nih

  4. Ihh mantep banget sih…
    Baguss gambarnyaaa.
    Aku ga bs gambar euy hik hiks

    Tp pengen jg ikut2 workshop yg art2 gituh. Biar hati juga gak kaku. #apaseehhh ?

  5. Wah bagus mba gambarnya, saya juga kenal doodle sama mba Tanti. Seneng gambar2 ternyata asyik

  6. Wah, baru tau istilah daluang ?
    Keren banget kak!
    Btw itu catnya kering dalam waktu berapa lama? Sepertinya memang agak rentan dan murah sobek memang yaaa.. jadinya harus hati-hati banget ?
    Workshopnya keren euy, jadi pengen coba-coba juga :’D

  7. Wah asyik banget nih bisa ikut event doodle, kemarin di salah satu kedai kopi di Purwokerto pun mengadakan kegiatan yg sama, cuma bedanya ruang lingkupnya lebih kecil.. Dan memang menyenangkan bisa menggambar doodle ya semacam hiburan yg melatihdaya kreatifitas wkwkw

  8. Wah baru tau kalau ilmu doddle kayak gtu toh.
    Selama ini cuma pernah Denger ajaa di Google .

    Makasih yaa mba.

    Best,
    Kandida

  9. doodle pengantinnya bagus dan saya suka mbak 🙂
    next time kasih tips nya dong mbak tentang doodling art.. hehehe

  10. aku kalo urusan disain, gambar menggambar, angkat tangan deh. tapi suka liat-liat hasil karya orang 🙂

    seru keliatannya ya acara mendodle di daluwang ini. apalagi ada yang ngajarin 🙂

  11. Wah, bagus Mbak gambarnya. Saya sudah sangat lama tidak pernah mencoba gambar.

    Entah kenapa kegemaran saya yang satu itu.

    Saya suka dengan cara Mbak Fika menambahkan keterangan judul pada photo. Elegant, penuh, tapi tidak mengganggu isi gambar.

    BTw, salam ke ibu Hesti #salahfokus

  12. Duh asik banget sih. Aku selalu pengen bisa nge-doodle, tapi sadar ngegambar bukan keahlian aku. Bolak balik nyoba rasanya kok ga enak diliat banget hasil corat coret aku.
    Gambar Mbak Fika keren ih. Pasti deg degan seru ya ngedodle di Daluwang itu.

  13. Saya sering juga menggambar kesatria Baja hitam jam dulu. Pengen belajar doodling juga nih. Apalagi kalau sama anak ansk pasti seru

  14. Kalo saya buat doodlingnya pake aplikasi corel wkwkw.. Pengen nyoba pake canvas.. Keknya keren jg tuh

  15. Wah, kereenn… Nyeni Mbak!
    Seriusin aktivitas ini, ya? Sampai dapat infonya mengenai asal mula daluwang. hehe…
    Thanks for sharing ya, Mbak

    1. Author

      Sama sama mb murni rosa. . kita jg awam nih dgn kain kulit kayu nya

  16. Wah beruntung banget Mbak dapat kesempatan menggambar di atas serat kayu yang berharga. Pasti capek banget ya, harus hati-hati menggambar di atas daluwang ヽ(´▽`)/

  17. Harus ekstra hati-hati ya…perlu kesabaran tinggi melukis di atas daluang. Kalau nggak, takutnya malah sobek.
    Kalau soal coret-coret, saya juga senang coret-coret, tapi hasilnya, nggak sebagus Mbak Tanti hihihi…

  18. Cantiiik doodlingnya.
    Katanya bisa buat stress release yaa, mba..?

    Tapi kalau ga telaten, tetap bisakah?

  19. asik banget hasil workshopnya boleh dibawa pulang, doodle buatan mba fika juga lucu deh karena medianya menggunakan daluwang itu jadi keliatan unik ya mba

  20. Mb fika hasil doodle ny